Senin, 13 April 2026

Pedagang Korban Angin Puting Beliung di Rancaekek Mulai Perbaiki Warungnya, Berharap Ada Bantuan

"Saya harap ada bantuan, tapi katanya tak bisa, makanya gerobak saya juga itu rusak dibiarin karena tak ada uang untuk memperbaikinya"

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Pedagang di tepi Jalan Raya Rancaekek memperbaiki bangunan warungnya yang terkena angin puting beliung, Jumat (23/2/2024) 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Para pedagang di Jalan Raya Rancaekek yang warungnya rusak akibat amukan angin puting beliung dua hari lalu mulai memperbaiki bangunan warungnya sendiri.

Hingga Jumat (23/2/2024) siang, mereka masih ada pedagang yang memilah barang yang masih bisa digunakan, membereskan puing-puing bangunan, hingga ada yang memperbaiki bangunan warungnya.

Tidak semua pedagang yang memperbaiki warungnya, ada yang memperbaiki dengan material yang dibeli di toko bangunan, ada yang memanfaatkan barang bekas, tapi masih ada yang belum diperbaiki.

Pedagang di tepi Jalan Raya Rancaekek memperbaiki bangunan warungnya yang terkena angin puting beliung, Jumat (23/2/2024)
Pedagang di tepi Jalan Raya Rancaekek memperbaiki bangunan warungnya yang terkena angin puting beliung, Jumat (23/2/2024) (Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin)

Susi Mulyani (32) yang membuka bengkel tambal ban, di lokasi deretan warung yang terkena amukan angin puting beliung, untuk memperbaiki bangunan tak ada bantuan dari pemerintah.

"Kami ini perbaiki masing-masing, kalau saya ini memanfaatkan barang bekas yang ada saja, soalnya gak ada uang, ada uang tabungan paling untuk makan," ujar Susi Mulyani (32), yang membuka bengkel tambal ban.

Susi Mulyani mengatakan, ia memaksakan untuk memperbaiki dengan barang yang ada jika seng bolong ditambal dan lainnya.

Baca juga: PLN Berhasil Pulihkan Kelistrikan 100 Persen Paska Puting Beliung di Rancaekek

"Sebab mau tak mau harus diperbaiki karena kalau tak diperbaiki tak punya penghasilan, untuk keluarga," kata Susi.

Memang, kata Susi, kalau yang punya uang memperbaikinya dengan bahan bangunan yang beli di toko bangunan.

"Tapi ada juga yang memaksakan ngutang, untuk perbaiki warung, dan ada juga yang membiarkannya karena tak punya uang," kata Susi.

Baca juga: Beda Puting Beliung dan Tornado, yang Menghantam Rancaekek Bandung Disebut Apa?

Susi mengatakan, sederet warung yang tersapu angin puting beliung ini semuanya usaha kecil, warung- warung kecil.

"Tentu kami berharap ingin ada bantuan dari pemerintah, minimal bangunannya, sebab kalau tak kembali dibangun tak ada penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga," katanya.

Susi menambahkan, barang-barang dagangan berupa onderdil motor, seperti fanbelt yang digantung ditembok, semua terbawa angin puting beliung.

Baca juga: Cerita Iding Saat Angin Beliung Sapu Warungnya di Rancaekek, Peluk Istri di Pinggir Lemari Es

"Yang tersisa hanya oli aja yang gak kebawa angin," ujarnya.

Susi mengatakan ia belum bisa mendapat bantuan pemerintah karena bengkel dan warung di tempatnya usaha berada di tanah instansi Pekerjaan Umum.

Hal tersebut juga dibenarkan, Ales (46) yang sehari-harinya berjualan kopi di warung yang berderet tersapu angin, Menurut informasi yang didapatnya dari pihak desa, ia tak akan mendapat bantuan untuk perbaikan warungnya.

Baca juga: Analisis BMKG soal Angin Kencang di Rancaekek Bandung: Angin Puting Beliung atau Small Tornado

"Saya harap ada bantuan, tapi katanya tak bisa, makanya gerobak saya juga itu rusak dibiarin karena tak ada uang untuk memperbaikinya," ucapnya.

Susi, Ales, dan pedagang lainnya, sangat berharap bisa mendapat bantuan untuk memperbaiki tempatnya, sebab tempat tersebut merupakan tempat untuk mencari nafkah bagi keluarganya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved