Minggu, 3 Mei 2026

TNI Polri Turun Bantu Warga Terdampak Angin Puting Beliung di Kabupaten Bandung

Kusworo mengungkapkan, warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat, ini diharapkan berkenan untuk mengungsi sambil menunggu rumahnya diperbaiki.

Tayang:
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Petugas gabungan dari BPBD, TNI- Polri, dan lainnya membantu warga beresakan puing-puing bangunan yang rusak akibat angin puting beliung di Kabupaten Bandung, Kamis (22/2/2024). Pada Rabu (21/2/2024), angin puting beliung merusak bangunan di sejumlah lokasi di Kabupaten Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Ratusan rumah di Kabupaten Bandung rusak akibat tersapu angin puting beliung, Rabu (21/2/2024), kini Kamis (22/2/2024) petugas gabungan dari BPBD, TNI- Polri, dan lainnya bantu warga beresakan puing-puing bangunan yang rusak.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Letkol Inf Hamzah Budisantoso, beserta jajarannya memantau langsung lokasi terdampak angin puting beliung di Rancaekek.

Kusworo mengungkapkan, kemarin pukul 15.30 WIB ada kejadian angin puting beliung yang menimpa Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kecamatan Rancaekek, Cicalengka, Cileunyi, Kabupaten Bandung.

"Saat ini kita sudah melakukan pendataan di sini (Kabupaten Bandung) sendiri, terdapat informasi bahwa ada 223 rumah rusak yang masuk dalam kategori rusak berat, ada  208 rumah yang masuk kategori rusak sedang, dan 66 rumah yang rusak ringan," ujar Kusworo, di Desa Nanjungmekar, Kecamatan Rancaekek, saat meninjau warga terdampak angin puting beliung.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Letkol Inf Hamzah Budisantoso, beserta jajarannya memantau langsung lokasi terdampak angin puting beliung di Rancaekek.
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, Dandim 0624/Kabupaten Bandung, Letkol Inf Hamzah Budisantoso, beserta jajarannya memantau langsung lokasi terdampak angin puting beliung di Rancaekek. (istimewa)

Kusworo mengungkapkan, warga yang rumahnya masuk kategori rusak berat, ini diharapkan berkenan untuk mengungsi sambil menunggu rumahnya diperbaiki.

"Sebab memang sudah kategorinya rubuh, ya, nggak cuma rusak atapnya saja," kata dia.

Dari informasi meski BPBD telah menyiapkan tenda pengungsian, tapi warga memilih mengungsi di rumah sanak saudaranya.

"Saat ini personil gabungan TNI, Polri, berserta BPBD,  ada sebanyak 150 personel yang turut membersihkan (puing-puing akibat angin puting beliung), baik itu di jalan raya maupun di perumahan-perumahan, agar kehidupan masyarakat bisa segera pulih, secara berangsur-angsur," katanya.

Saat ini kata Kusworo, tentunya yang dibutuhkan masyarakat terdampak angin puting beliung, seperti material terpal, supaya jangan sampai kehujanan kalau turun hujan.

"Jangan sampai rumahnya banjir atau bocor," kata dia.

Sebab khawatir barang-barang lainnya yang ada dirumahnya menjadi rusak lagi.

"Yang dibutuhkan termasuk juga dengan tenaga kasar saat ini personil kita TNI Polri juga melakukan pemindahan material-material (rusak akibat angin puting beliung). Apalagi material yang bisa mendatangkan korban susulan, seperti puing-puing atau bahkan cor-coran yang ada di atas genteng yang bisa jatuh menimpa warga," tuturnya

Kusworo mengimbau kepada masyarakat terdampak dengan kondisi rumah rusak berat, setelah barang berharganya bisa diamankan, dimohon berkenan untuk mengungsi.

"Yang kami sampaikan bahwa fasilitasnya (di pengungsian) cukup baik, air bersihnya terjamin baik, dapur umum untuk makan juga tersedia. Sehingga bisa bersama-sama kita bisa memulihkan rumah-rumah yang dalam keadaan rusak tadi," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved