Diguyur Hujan Deras Dua Hari, Puluhan Rumah di Subang Terendam Banjir, 4 Rumah Ambruk
Sebanyak 40 rumah di Dusun Bojongloa, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Subang, terendam banjir akibat luapan aliran sungai dan irigasi.
Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Giri
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Sebanyak 40 rumah di Dusun Bojongloa, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Subang, terendam banjir akibat luapan aliran sungai dan irigasi.
Air sungai meluap setelah hujan mengguyur dua hari belakangan.
Selain banjir, cuaca ekstrem berupa angin puting beliung juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang.
Pohon itu menimpa kantor desa Pabuaran.
Selain itu ada satu rumah yang ambruk akibat diguyur hujan dan angin kencang.
Selain di Pabuaran, banjir juga merendam puluhan rumah di Desa Cilamaya Girang dan Cilamaya Hilir Kecamatan Blanakan. Bahkan ada tiga rumah yang ambruk akibat diguyur hujan deras.
Selain itu, banjir juga merendam puluhan rumah warga di Desa Rancamahi, Kecamatan Purwadadi, Subang.
Selain banjir, terpantau terjadi tanah longsor dikawasan Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Subang, Sabtu (3/2/2024) sore.
Baca juga: Kebakaran Terjadi di Kawasan Braga Bandung yang Sebelumnya Diterjang Banjir, Tujuh Rumah Dilalap Api
Penjabat Bupati Subang, Imran, meninjau dan menyerahkan bantuan kepada korban rumah roboh yang bertempat di Desa Cilamaya Girang, Sabtu siang.
Rumah roboh akibat hujan angin tersebut menimpa rumah Sumarna (45) di Dusun Maduraksa RT 01/10 Desa Cilamaya Girang-Blanakan.
Imran pada kesempatan tersebut menyerahkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan bahan pokok kepada keluarga Sumarna.
Baca juga: Sungai Cisunggalah Meluap, Jalan di Solokanjeruk Bandung Terendam Banjir, Pengendara Putar Balik
"Saya selaku Pj Bupati Subang datang langsung ke keluarga korban merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah Kabupaten Subang terhadap masyarakat yang tertimpa bencana untuk memberikan bantuan. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk meringankan beban para korban bencana," ucap Imran.
Dia turut berduka dan merasakan apa yang menimpa pada keluarga Sumarna.
"Kami ikut berduka, merasakan apa yang bapak dan ibu rasakan," ujarnya.
Memasuki puncak musim penghujan ini, Subang juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap kemungkinan terjadi bencana seperti banjir, longsor, dan angin kencang.
"Antisipasi bencana sedini mungkin demi meminimalisasi terjadinya korban jiwa," katanya. (*)
| 3 Pria di Subang Curi Motor dengan Modus Duplikasi Kunci, Ditangkap Kurang dari 24 Jam usai Beraksi |
|
|---|
| Peringati Hari Lingkungan Hidup, Astra Tol Cipali Edukasi Pengelolaan Sampah untuk Aksi Iklim |
|
|---|
| SAKSI KATA: Terpukulnya Nuryani, 2 Adiknya Pulang Tinggal Nama, Tewas dalam Tragedi Sisingaan Bekasi |
|
|---|
| Potret Tumpukan Sampah Sumbat Jembatan Cipurut, Akses Bojongsoang-Dayeuhkolot Rawan Banjir Lagi |
|
|---|
| Gerakan Tanam Serentak Dimulai, Subang Jadi Titik Awal Penguatan Industri Tebu Nasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-banjir-di-Desa-Pabuaran-Subang.jpg)