Selasa, 14 April 2026

Geger Nelayan Indramayu Lihat Sosok Diduga Mayat Terapung-apung di Perairan Cantigi

Kondisi sosok diduga mayat tersebut dalam keadaan terapung-apung. Namun, saat dilakukan pencarian, benda diduga mayat itu sudah tidak ada.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Petugas saat melakukan pencarian sosok diduga mayat yang terapung-apung di Perairan Cantigi Indramayu, Jumat (19/1/2024). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Warga di Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, digegerkan dengan terlihatnya sesosok diduga mayat hanyut di muara.

Mayat tersebut dilihat nelayan saat berada di Perairan Cantigi sekitar 2 mil laut dari muara Desa Cangkring pada Kamis (18/1/2024) kemarin.

Kondisi sosok diduga mayat tersebut dalam keadaan terapung-apung.

Namun, saat dilakukan pencarian, benda diduga mayat itu sudah tidak ada.

Baca juga: Penemuan Mayat Jadi Mumi di Peti Kemas di Tanjung Priok, Ini Dugaan Penyebab Kematiannya

Warga pun segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar melalui Kasat Polairud Polres Indramayu, Iptu Asep Suryana mengatakan, sejak hari kemarin pihaknya terjun ke lokasi untuk melakukan pencarian.

"Giat SAR atas dasar laporan dari nelayan yg melihat ada mayat yg terapung di Perairan Cantigi Indramayu," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Jumat (19/1/2024).

Asep menjelaskan, laporan dugaan mayat terapung-apung itu diterima pihaknya pada Kamis (18/1/2024) sekitar pukul 11.00 WIB.

Satpolairud Polres Indramayu langsung berkoordinasi dengan Polsek Cantigi untuk melakukan kegiatan SAR atau pencarian.

Pencarian pada hari kemarin dilakukan di sekitar lokasi dugaan mayat yang dilihat oleh nelayan.

Petugas menyisir ke arah Timur mengikuti arus laut. Namun, dugaan mayat tersebut belum ditemukan.

Baca juga: Geger Penemuan Mayat di Depok, Pelaku Titip Mayat Pacar ke Ibu, Sempat Kirim Pesan: Ibu Maafkan Saya

Dalam upaya pencarian tersebut, petugas diketahui mengalami kendala oleh cuaca buruk.

"Karena cuaca semakin tidak bersahabat dan ombak semakin tinggi. Pada pukul 17.00 WIB diambil keputusan untuk segera kembali ke darat dan pencarian sementara dihentikan untuk keselamatan tim SAR," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved