Sabtu, 30 Mei 2026

Mengapa Beberapa Hari Ini Bandung 'Ngelekeb'? Ternyata Ada Gangguan Cuaca, Ini Penjelasan BMKG

Ngelekeb sendiri kurang lebih berarti udaranya panas karena akan turun hujan tapi tak ada angin.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/M Nandri Prilatama
Taman Alun-alun Kota Bandung. Beberapa hari terakhir cuaca Bandung ngelekeb. BMKG beberkan penyebabnya. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagian besar wilayah Bandung Raya sudah memasuki musim hujan pada akhir November 2023.

Namun demikian, pada awal dasarian II Desember, wilayah Jawa Barat dan Sumatera bagian selatan mengalami penurunan jumlah curah hujan bahkan suhu udara kembali panas.

Tak heran jika cuaca Bandung sangat gerah atau ngelekeb.

Ngelekeb sendiri kurang lebih berarti udaranya panas karena akan turun hujan tapi tak ada angin.

Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan hal ini disebabkan oleh adanya gangguan gelombang ekuatorial atmosfer, sehingga pola pertumbuhan awan lebih banyak terjadi di Jawa bagian tengah menuju timur.

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga pertengahan dasarian III Desember 2023.

Adapun cuaca panas yang terasa, katanya, disebabkan oleh banyaknya uap air di atmosfer yang terbawa monsoon Asia dan penguapan yang aktif terjadi pada musim hujan.

BMKG Bandung pada dasarian II Desember ini mencatat suhu tertinggi adalah 32,9 derajat Celsius dan Kelembapan Relatif tertinggi adalah 90 persen.

"Udara yang mengandung uap air, kemudian kondisi perawanan yg terbuka, dan sedikitnya kejadian hujan menjadi sebab mengapa cuaca terasa gerah atau ngelekeb akhir-akhir ini," kata Teguh melalui ponsel, Selasa (19/12/2023).

Ia mengimbau bagi masyarakat yang sering bepergian, ada baiknya tetap persiapkan diri dengan peralatan anti hujan. Karena walaupun terjadi penurunan, hujan dalam skala sangat lokal masih terjadi.

"Jangan lupa menjaga kesehatan tubuh dan stamina terutama dalam menjaga kondisi tubuh agar tidak dehidrasi."

"Apabila terjadi cuaca ekstrim dihimbau agar masyarakat tidak memaksakan perjalanan, dan diharap untuk mencari tempat berlindung di tempat yang kokoh," kata Teguh.(*)

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved