Jumlah Kasus DBD di Bandung Tertinggi di Jabar, 49 Meninggal sejak Januari 2023
Kota Bandung menjadi sebagai satu-satunya daerah di Jawa Barat yang menjadi tempat penyebaran nyamuk wolbachia.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - WOLBACHIA merupakan bakteri yang bisa tumbuh di tubuh serangga, kecuali nyamuk aedes aegypti.
Melalui serangkaian percobaan, peneliti dunia berhasil memasukkan bakteri wolbachia ke dalam tubuh nyamuk aedes aegypti.
Para ahli meyakini, bakteri wolbachia dapat mencegah replikasi virus dengue dalam tubuh nyamuk.
Oleh karena itu, apabila nyamuk aedes aegypti mengisap darah manusia mengandung virus dengue, maka dia akan resisten dan tidak akan menyebarkan ke dalam tubuh manusia yang lain.
Bakteri wolbachia bisa ditransfer melalui telur dan aman untuk manusia.
Apabila nyamuk betina berwolbachia kawin dengan jantan tak berwolbachia, seluruh telurnya akan berwolbachia.
Jika nyamuk jantan berwolcahia kawin dengan betina tak berwolbachia, maka telurnya tak akan menetas.
Namun, jika jantan dan betina berwolbachia kawin, maka keturunannya otomatis akan berwolbachia.
Selain di Kota Bandung, Kementerian Kesehatan juga menyebar nyamuk wolbachia di empat kota lainnya, yakni Jakarta Barat, Semarang, Bontang dan Kupang.
Kota Bandung menjadi sebagai satu-satunya daerah di Jawa Barat yang menjadi tempat penyebaran nyamuk wolbachia.
Kota Bandung dipilih karena angka kasus DBD-nya yang terbilang tinggi.
Dinas Kesehatan Jabar mencatat, pada periode Januari-Juni 2023 terdapat 7.512 kasus DBD di Jabar. Sebanyak 49 di antaranya meninggal dunia.
Kota Bandung penyumbang kasus DBD terbanyak di Jabar dengan 1.021 kasus. Adapun Kota Banjar menjadi yang paling sedikit, 20 kasus.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin, mengaku yakin bahwa penyebaran nyamuk wolbachia akan mencegah peningkatan kasus DBD di Jawa Barat.
Metode ini, ujar Bey, juga sudah terbukti berhasil.
"Jadi sebetulnya baik untuk kita ke depan untuk mengurangi pengembangan nyamuk yang membawa DBD," kata Bey, belum lama ini.
Ia mengatakan akan menggencarkan sosialisasi mengenai manfaat penyebaran nyamuk tersebut di Jawa Barat.
Masyarakat, katanya, tidak usah khawatir karena hal ini terbukti dapat menurunkan kasus DBD.
"Nanti diberitahukan bahwa ini aman, bukan sesuatu yang membahayakan, malah bagus ke depan. Semua akan bertahap, pemerataan sesuai dengan kebutuhan," katanya.
Meski pemerintah memberikan jaminan bahwa penyebaran nyamuk berwolbachia ini aman, epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman sempat mengingatkan Kementerian Kesehatan agar berhati-hati dengan penggunaan metode wolbachia untuk mencegah DBD."
"Kehati-hatian ini, kata Dicky, sangat diperlukan karena data berbasis sains terkait strategi ini belum terlalu kuat.
Masih ada beberapa potensi melemahnya efektifitas akibat berbagai faktor.
Dicky lantas mencontohkan, suhu bumi yang semakin panas bisa saja pengaruhi efektivitas wolbachia.
"Pada suhu panas, masa inkubasi nyamuk menggigit seseorang terinfeksi itu menjadi pendek. Ini akhirnya tidak terkejar efektifitasnya," kata Dicky, pertengahan November lalu.
Suhu yang semakin panas ini, menurut Dicky, juga mengurangi perkembangan wolbachia.
Padahal, jumlah wolbachia yang cukup banyak dibutuhkan untuk bisa efektif menahan replikasi virus.
Belum lagi dari faktor virus, berpotensi membentuk mutasi baru yang justru bisa merugikan manusia.
"Sekali lagi hati-hati dalam memilih pendekatan yang melakukan intervensi pada alam," ujarnya. (syarif abdussalam/aisyah nursyamsi)
Dedi Mulyadi Datangi Rumah Makan yang Dibakar Massa, Bakal Bantu Biaya Perbaikannya |
![]() |
---|
Rumah Makan, Bank, hingga Fasilitas Publik Jadi Sasaran Amuk Massa saat Aksi Demo di Bandung |
![]() |
---|
Ratusan Polisi di Bandung Salat Gaib, Doakan Affan Driver Ojol yang Tewas Dilindas Rantis Brimob |
![]() |
---|
Setelah Dibakar Massa, Gedung Aset MPR di Bandung Dijarah Warga, Ada yang Bawa Gerobak |
![]() |
---|
Pernyataan Dedi Mulyadi soal Demo di Gedung DPRD Jabar Kota Bandung: Mohon Maaf Atas Kekurangan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.