Tangani Pergerakan Tanah di Desa Cikaracak, BPBD Majalengka Gandeng Sejumlah OPD
BPBD Majalengka menggandeng sejumlah OPD untuk menangani bencana pergerakan tanah di Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - BPBD Majalengka menggandeng sejumlah OPD untuk menangani bencana pergerakan tanah di Desa Cikaracak, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka.
Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Iskandar Hadi, mengatakan, rapat koordinasi bersama pihak terkait juga dilaksanakan untuk menangani bencana yang mengancam 35 rumah warga itu.
Bahkan, pihaknya juga melaksanakan rapat koordinasi di Kantor Kecamatan Argapura untuk membahas langkah penanganan gerakan tanah di Desa Cikaracak tersebut.
"Kondisi tanahnya terus bergerak, sehingga dibutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak," kata Iskandar Hadi saat ditemui di BPBD Majalengka, Jalan Gerakan Koperasi, Kecamatan/Kabupaten Majalengka, Selasa (12/12/2023).
Ia mengatakan, pergerakan tanah itu membutuhkan penanganan lintas sektoral, karena dampaknya tidak hanya mengancam rumah warga tetapi turut merusak tiang listrik hingga jalan.
Bahkan, kawasan tersebut juga berpotensi longsor terutama saat hujan deras selama lebih dari satu jam, karena struktur tanahnya cenderung berbukit dan kondisinya pun labil.
Selain itu, dari hasil asesmen petugas BPBD Majalengka di lapangan juga tercatat bahwa tanah di Desa Cikaracak tersebut masih terus bergerak, sehingga warga diimbau sslalu waspasa
"Kami sudah mengimbau agar warga lebih waspada saat hujan deras, dan berdurasinya lama, karena bencana air hujan bisa memicu pergerakan tanah ini," ujar Iskandar Hadi.
Ia juga menyarankan, 44 kepala keluarga (KK) yang terancam pergerakan tanah di Desa Cikaracak untuk mengungsi dahulu saat hujan deras dan berdurasi lebih dari satu jam.
"Ketika hujan deras lebih dari satu jam, kami mengimbau warga untuk mengungsi ke rumah kerabatnya di lokasi yang lebih aman, karena rawan longsor," kata Iskandar Hadi.
Iskandar mengatakan, pergerakan tanah di Desa Cikaracak sebenarnya sempat terjadi pada tahun ini, tepatnya Maret 2023, dan terhenti selama musim kemarau.
Namun, tingginya curah hujan yang mulai melanda Kabupaten Majalengka memicu tanah di kawasan tersebut kembali bergerak hingga mengancam puluhan rumah warga.
"Pergerakan tanahnya kembali aktif sejak awal pekan lalu setelah diguyur hujan deras, sehingga kami juga terus memantau perkembangan kondisinya," ujar ujar Iskandar Hadi.
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-gerakan-tanah-yang-mengancam-puluhan-rumah.jpg)