TPA Kopi Luhur Cirebon Diproyeksikan Jadi Pilot Project Program Pengolahan Sampah Berkelanjutan

Dipilihnya TPA Kopi Luhur menjadi pilot project itu usai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya mengunjunginya beberapa waktu l

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Cirebon/ Eki Yulianto
TPA Kopi Luhur di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon yang pada Jumat (29/9/2023) lalu mengalami kebakaran ketiga kalinya selama musim kemarau 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON- Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kopi Luhur Cirebon diproyeksikan menjadi pilot project program pengolahan sampah berkelanjutan.

Rencananya, tahun depan program tersebut mulai dilaksanakan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon, Yuni Darti mengatakan, dipilihnya TPA Kopi Luhur menjadi pilot project itu usai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya mengunjunginya beberapa waktu lalu.

Saat itu, TPA Kopi Luhur baru saja mengalami musibah kebakaran yang diduga dikarenakan musim kemarau yang panjang.

"Kita ada pengolahan di TPA Kopi Luhur sendiri, nanti dalam bentuk pilot project. Kita belum tahu langkah ke depan, tapi itu sudah ada pembicaraan dan akan dimulai pada 2024."

Baca juga: fakta-fakta Kebakaran di TPA Kopi Luhur Cirebon, Dikunjungi Menteri LHK Hari Ini, Asap Ganggu Warga

"Kenapa Kopi Luhur? Karena tinjauan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Kota Cirebon termasuk salah satu daerah yang cepat dalam menangani kebakaran di TPA."

"Hasil itu kita mendapatkan bantuan dari pemerintah, untuk pengelohan sampah berkelanjutan,” ujar Yuni, Senin (20/11/2023).

Saat itu, kata dia, sang menteri juga mengapresiasi penanganan cepat atas apa yang terjadi di TPA Kopi Luhur.

Adapun saat ini, TPA yang berada di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon itu kini telah berjalan normal.

“Pasca kebakaran tidak ada aktivitas yang terkurangi dan semuanya berjalan biasa untuk TPA Kopi Luhur,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan, bahwa Kota Cirebon menjadi salah satu daerah di Indonesia yang sangat cepat dalam menanggulangi dan memadamkan peristiwa kebakaran di TPA.

Sehingga tidak menimbulkan dampak signifikan pada lingkungan.

Kala itu, pemadaman kebakaran di TPA Kopi Luhur bisa dilakukan berkat kerja keras tim gabungan dan kondisi saat ini dipastikan sudah tidak ada lagi kobaran api.

Dari hasil pendataan, Yuni menyebutkan kebakaran di TPA Kopi Luhur diduga disebabkan karena kondisi kemarau panjang.

"Saat itu, ada sumber api yang berasal dari gas metan. Tapi itu bisa ditanggulangi segera. Sehingga tidak menimbulkan masalah,” jelas dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved