Jumat, 17 April 2026

"Tak Perlu Baperan" Kata Ganjar Pranowo Tanggapi Rocky Gerung yang Menyebut Ditersangkakan PDI-P

Calon presiden Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan akademisi Rocky Gerung bahwa statusnya telah menjadi tersangka.

Editor: Hermawan Aksan
Youtube Metro TV
Calon presiden Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan akademisi Rocky Gerung bahwa statusnya telah menjadi tersangka. 

TRIBUNJABAR.ID - Calon presiden Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan akademisi Rocky Gerung bahwa statusnya telah menjadi tersangka.

Rocky Gerung mengungkapkan hal itu dalam acara diskusi Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (18/11/2023).

"Status saya ini tersangka, saya mau sampaikan di sini," kata Rocky, Sabtu.

Ganjar Pranowo menanggapi hal itu dengan pertanyaan.

"Tersangka apa?" tanya Ganjar.

Rocky pun menjawab singkat, "Tersangka...."

"Oh, yang itu," sahut Ganjar.

Rocky Gerung melanjutkan bahwa ia telah ditersangkakan oleh PDI-P.

"Saya ditersangkakan oleh PDI-P, bukan oleh Ganjar," kata dia. 

Baca juga: Hari Ini TPN Ganjar-Mahfud Resmikan Posko Kawal Pemilu Jujur Adil, Andika: Payung buat Masyarakat

Rocky Gerung tidak menyebutkan dalam perkara apa dia menjadi tersangka.

Namun, saat ini Bareskrim Polri dikabarkan sedang mengusut kasus dugaan penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran.
Kasus tersebut menyeret nama Rocky Gerung.

Di sisi lain, Ganjar Pranowo sempat memuji Rocky Gerung.

Dia menyebut Rocky merupakan kritikus terbaik.

"Untuk kritiknya versi bung Rocky yang menggelegar terus, bagi saya biasa saja. Saya pernah dikritik dulu, menurut saya Bung Rocky itu kritikus politik terbaik abad ini," kata Ganjar.

Dia mengungkapkan, kritikan yang sering dilontarkan Rocky Gerung tidak menjadi masalah buatnya.

"Karakternya memang begitu, ini menurut saya asyik-asyik saja, tidak perlu baperan," katanya.

Ganjar dan Rocky Gerung menghadiri acara Sarasehan Nasional IKA Alumni UNM di Hotel Four Points, Makassar, Sabtu (18/11/2023).

Diskusi tersebut antara lain membahas soal demokrasi dan ekonomi Indonesia. (*)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved