Pupuk Indonesia Libatkan 76 Taruna Makmur Untuk Dampingi Petani Beri Layanan Agronomis
Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut penguatan program Makmur untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia
TRIBUNJABAR.ID,KARAWANG- Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyebut penguatan program Makmur untuk meningkatkan produktivitas pangan di Indonesia jadi cara untuk mencegah krisis pangan.
"Saat ini produktivitas pangan dunia terendah dalam 60 tahun terakhir. Sehingga secara intuisi semua negara akan mengamankan kebutuhan pangannya sendiri, membatasi ekspor dan seterusnya,” ujar Rahmad dalam ajang Jambore Makmur di Kawasan Pupuk Kujang Cikampek, Sabtu (11/11/2023).
Dia menyebut, ekosistem budidaya pertanian jadi cara ampuh untuk meningkatkan produktivitas pertanian, di samping menambah pabrik pupuk hingga menambah anak muda atau ahli di bidang pertanian.
Program Makmur merupakan ekosistem yang mendukung petani dari hulu hingga hilir sehingga petani memiliki kemudahan akses pada tiga hal.
Baca juga: Founder Imago Rohani Bersyukur Gabung UMKM Juara, Produksi dan Omzetnya Meningkat Pesat
Pertama akses teknologi. Pupuk Indonesia Grup dalam pelaksanaan program Makmur memberikan pendampingan teknologi pertanian. Rahmad mencontohkan, pemanfaatan teknologi Smart Precision Farming atau pertanian presisi.
Salah satunya melalui drone yang dilengkapi sejumlah fitur untuk menjadikan pemupukan lebih efektif, efisien dan sesuai dengan kebutuhan tanaman, dan hasilnya pun semakin optimal.
"Drone yang digunakan Petrokimia Gresik pada Smart Precision Farming canggih, tidak hanya mampu menyebarkan pupuk, tapi sebelumnya memetakan kondisi tanaman sehingga pupuk yang disebarkan presisi sesuai dengan kebutuhan," ujar Rahmad.
Kemudahan kedua yang didapatkan petani dari program Makmur adalah akses pasar. Sehingga, nilai jual hasil panen petani menjadi lebih optimal.
"Seperti program Makmur kita di Pati, biasanya setelah panen dijual ke pengepul, pengepul ke pengepul besar, pengepul besar ke pedagang, pedagang baru ke ujungnya. Di Pati, petani Makmur menjual hasilnya secara langsung ke industri makanan," ungkap Rahmad.
Terakhir, Rahmad mengungkapkan kemudahan ketiga dari program Makmur, yaitu adalah akses permodalan. Di program Makmur ini Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan perbankan untuk memberikan akses modal kepada petani. Selain itu juga asuransi guna melindungi petani dari risiko gagal panen.
Saat ini, pihaknya menghadirkan program Taruan Makmur. Mereka akan memberikan pendampingan budidaya dan memberikan layanan agronomis bagi petani yang bergabung pada Program Makmur.
Dalam Jambore Makmur ini, Pupuk Indonesia memberangkatkan sebanyak 76 Taruna Makmur. Mereka adalah mahasiswa dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dari lima daerah di seluruh Indonesia. Yakni, Polbangtan Bogor, Yogyakarta, Malang, Medan, dan Gowa yang mendapatkan pelatihan khusus sebelum diberangkatkan.
Rinciannya 40 Taruna Makmur binaan Petrokimia Gresik, kemudian sepuluh Taruna Makmur dari Pupuk Kalimantan Timur, delapan dari Pupuk Sriwidjaja Palembang, 15 dari Pupuk Kujang Cikampek dan tiga selebihnya dari Pupuk Iskandar Muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Taruna-Makmur-KK.jpg)