Daftar Fenomena Langit yang Terjadi di Bulan November 2023, Ada Full Moon hingga Tiga Hujan Meteor
Berikut ini daftar fenomena langit di bulan November 2023. Setelah gerhana bulan parsial masih ada fenomena langit yang akan terjadi di bulan ini
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TRIBUNJABAR.ID - Berikut ini daftar fenomena langit di bulan November 2023.
Setelah gerhana bulan parsial terjadi di akhir bulan Oktober 2023, masih ada fenomena langit yang akan terjadi di bulan November 2023.
Masyarakat Indonesia bisa menyaksikan hujan meteor hingga full moon.
Supaya tak melewatkan momen ini Anda bisa mengetahui fenomena langit apa saja yang bisa disaksikan.
Baca juga: Bacaan Doa Ketika Terjadi Gerhana Bulan 29 Oktober 2023, Huruf Arab dan Latin Beserta Artinya
Berikut daftar fenomena langit di bulan November 2023, dilansir dari kompas.com dan sumber lainnya.
1. Oposisi Planet
Pada bulan November 2023 ada dua planet yang mencapai jarak terdekat dengan bumi.
Fenomena ini disebut sebagai oposisi dan waktu terbaik untuk melihat planet tertentu.
Adapun ada dua fenomena oposisi planet terjadi di bulan November 2023, yaitu oposisi Jupiter dan oposisi Uranus.
Jupiter akan mencapai oposisi pada tanggal 2-3 November.
Adapun puncaknya pada 3 November pukul 12.03 WIB.
Saat itu jaraknya sekitar 595 juta kilometer dari Bumi. Ia akan jadi objek paling terang ke-4 di langit.
Sedangkan Uranus juga akan mencapai oposisinya pada tanggal 14 November pukul 00.19 WIB.
Jaraknya sekitar 18,6 Unit Astronomi dari Bumi. Magnitudonya +5,6 sehingga bisa dilihat tanpa alat bantu.
Uranus akan tampak sebagai piringan berwarna hijau muda. Kalau beruntung, kita bisa melihat bulannya.
2. Hujan Meteor
Hujan metor merupakan fenomena bergeraknya benda langit melewati permukaan bumi dalam jumah yang banyak.
Menariknya, pada bulan November 2023 ada tiga hujan meteor sekaligus tapi muncul di waktu berbeda.
- Hujan Meteor Taurids
Taurids adalah hujan meteor kecil yang berlangsung lama dan menghasilkan 5-10 meteor per jam.
Fenomena hujan meteor Taurids ini terjadi terdiri dua aliran yang terpisah.
Pertama, dihasilkan oleh butiran debu yang ditinggalkan oleh Asteroid 2004 TG10.
Kedua Taurids yang dihasilkan oleh puing-puing yang ditinggalkan Komet 2P Encke.
Biasanya hujan meteor ini terjadi setiap tahun dari tanggal 7 September hingga 10 Desember.
Namun puncak hujan meteor Taurids tahun ini terjadi pada malam tanggal 4 November hingga pagi hari 5 November.
Baca juga: Penjelasan Stasiun Geofisika Bandung soal Fenomena Hujan Es Disertai Angin Kencang di Cimahi
- Hujan Meteor Leonid
Hujan meteor kedua yang akan terjadi di bulan November adalah Leonid.
Hujan meteor Leonid bisa dilihat di belahan bumi utara dan selatan.
Hujan meteori ini akan lebih jelas karena pada saat yang sama bulan baru saja masuk fase Sabit awal.
Leonid rata-rata bisa menghasilkan hingga 15 meteor per jam pada puncaknya.
Diketahui hujan meteor Leonid dihasilkan oleh butiran debu yang ditinggalkan oleh komet Tempel-Turttle yang ditemukan pada tahun 1865.
Adapun hujan meteor Leonid ini terjadi pada 17-18 November 2023.
- Hujan Meteor alpha-Monocerotid
Hujan Meteor alpha-Monocerotid ini juga akan menghiasi langit di bulan November 2023.
Hujan meteor ini muncul dari rasi Canis Minor dan memiliki laju meteor yang seragam.
Fenomena hujan meteor ini bisa dilihat setidaknya dengan frekuensi 5 meteor per jam.
Meteor yang dihasilkan dari sisa debu komet C/1917 F1 yang mengorbit Matahari dengan periode 143,5 tahun ini akan terjadi tanggal 21 November 2023 sebagai puncaknya.
3. Bulan Baru
Pada bulan November 2023 memasukinya bulan baru yang akan terjadi pada 13 November.
Peristiwa ini terjadi ketika bulan akan terletak di sisi bumi yang sama dengan matahari dan tidak akan terlihat di langit malam.
Ini adalah waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek redup, seperti galaksi dan gugus bintang, karena tidak ada cahaya bulan yang mengganggu.
4. Full Moon
Selain hujan meteor, masyarakat Indonesia juga bisa menyaksikan Full Moon atau bulan purnama di bulan November.
Pada bulan purnama atau full moon ini bulan akan terletak di sisi yang berlawanan dengan Bumi.
Dilansir dari BRIN, fase purnama ini akan terjadi pada 27 November pada pukul 16.16 WIB.
Untuk fase Bulan Perbani Akhir pada 5 November pukul 15.37 WIB.
Lalu, fase Bulan Baru terjadi pada 13 November 16.27 WIB dan Perbani Awal berlangsung pada 20 November.
Nah, itulah beberapa daftar fenomena langit yang akan terjadi di bulan November 2023.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/hujan-meteor-perseid.jpg)