Komite Sekolah Tidak Lagi Hanya Urusi Dana Sumbangan Tapi Kini Sumbang Darah
Ketua Komite Sekolah SMPN 7 Kota Bandung, Dadi, menjadi donor darah dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, di Jalan Ambon, Jumat (27/10/2023).
Penulis: Tiah SM | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Wartawan TribunJabar.id Tiah SM
TRIBUNJABAR.iD , BANDUNG - Ketua Komite Sekolah SMPN 7 Kota Bandung, Dadi, menjadi donor darah dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, di Jalan Ambon, Jumat (27/10/2023).
Menurut Dadi, donor darah pertama kali digelar komite sekolah untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan menghilangkan kesan komite sekolah setiap pertemuan pasti ada iuran uang.
"Kali ini orang tua siswa dan guru berkumpul untuk menyumbang darah, bukan menyumbang dana," ujarnya.
Orang tua siswa, komite sekolah, dan beberapa ormas kepemudaan ikut partisipasi menyumbangkan darahnya.
Camat Bandung Wetan Tarya mengapresiasi kegiatan donor darah sebagai rasa peduli sesama.
Tarya dalam kesempatan itu menitipkan program kelola sampah karena Kota Bandung masih status darurat sampah.
Tarya minta sekolah SMPN 7 mengelola sampah mandiri, semua siswa tidak menyisakan sampah, begitu juga di rumah agar bisa memisahkan sampah.
Para peserta donor darah sebagian besar melakukannya untuk pertama kali, termasuk Kepala Sekolah SMPN 7 Lukman Surya Saputra.
Namun saat pemeriksaan kesehatan Lukman gagal menjadi donor darah karena darah tinggi.
"Mungkin saya terlalu tegang jadi darah naik," ujar Lukman.
Nita dari komite sekolah mengaku tak terasa apa-apa walau pertama kali menjadi donor darah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Donor-darah-memperingati-Hari-Sumpah-Pemuda-di-Jalan-Ambon-Jumat-27102023.jpg)