Berikan Kemudahan Akses Pendidikan, 60 Peserta Diterima Program Mini SBM ITB
Sebanyak 60 peserta diterima dalam Program Mini SBM ITB yang digelar sebagai bentuk kepedulian ITB untuk memberikan kemudahan akses pendidikan
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - SBM ITB dan PT Tangkas Cipta Optimal (TACO) menandatangani kerja sama penyelenggaraan Mini SBM ITB : Semua bisa belajar di SBM, yang dihadiri oleh Dekan SBM ITB, Prof. Dr. Ir. Ignatius Pulung Nurprasetio, M. SME., HR. Vice
President dari PT. Tangkas Cipta Optimal (TACO), Irwan Dewanto, Donald Crestofel Lantu, S.T, MBA, Ph. D., Yunieta A. Nainggolan Ph. D., serta Radeya Pranata Ketua IA SBM, Rangga Muslim Ketua IA MBA ITB.
Program Mini SBM ITB ini adalah sebuah kolaborasi program antara SBM ITB sebagai institusi pendidikan dengan PT Tangkas Cipta Optimal (TACO) sebagai industri yang menjadi partner kerjasama dengan SBM ITB.
Program ini diluncurkan sebagai bagian dari kepedulian SBM ITB terhadap pendidikan yang inklusi serta bentuk kepedulian.
Baca juga: Jadi Panelis Diskusi di SBM ITB, Dirut PLN Paparkan Kunci Sukses Proyek Kelistrikan di Indonesia
Dekan SBM ITB mengatakan pihaknya sebagai sekolah bisnis dengan akreditasi AACSB sedang menggalakkan program societal impact, bagaimana keberadaan SBM dapat bermanfaat secara sosial bagi masyarakat.
"Khususnya bagi underprivilege community, sehingga mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan kesempatan kerja di perusahaan yang kompetitif," kata Prof. Pulung.
Menurutnya, Mini SBM ini setidaknya ada dua poin yang dapat digarisbawahi.
Pertama, akan ada upgrading dari sisi peserta, kompetisi mereka dapat naik, posisi tawar dapat naik, sehingga dapat masuk pasar kerja dengan posisi yang relatif lebih baik dari segi ekonomi serta keterampilan.
"Dan yang kedua adalah keberadaan mentor yang akan membantu proses pembelajaran menjadi lebih aktif," katanya.
Irwan Dewanto selaku HR. Vice Precident, PT Tangkas Cipta Optimal (TACO) mengatakan, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas seluruh pihak, dan disini TACO ingin berkontribusi.
"Pada mulanya ide ini berdasarkan diskusinya dengan Pak Donald Crestofel Lantu, S.T, MBA, Ph. D, lalu menemukan kecocokan dan dapat terealisasi sampai saat ini dengan baik. Perlu diketahui, TACO adalah perusahaan swasta yang bergerak dibidang solusi interior. Selama keberjalanan produksinya, TACO belum pernah memecat pegawainya selama pandemi serta seluruh operasionalnya menggunakan sumber daya lokal. Hal tersebut mencerminkan bahwa TACO memiliki komitmen yang baik secara
internal dan eksternal," katany.
Program ini akan dilaksanakan selama kurang lebih 12 bulan yakni dengan 6 bulan belajar secara online dengan pengajar terbaik di SBM, dilanjutkan 6 bulan kesempatan magang bersama dengan TACO.
Baca juga: Mahasiswa Dari 10 Negara Ikuti Program Summer School IVC SBM ITB
Dalam prosesnya, kurikulum pembelajaran disusun bersama dengan kedua belah pihak agar sesuai dengan kebutuhan industri.
'Ini adalah program pertama yang dilaksanakan oleh SBM ITB dengan antusiasme yang sangat tinggi.
Ada 169 yang berpartisipasi, kemudian diseleksi menjadi 60 peserta yang akan mengikuti pembelajaran.
Menurut peserta Mini SBM, Tazkia, seleksi yang dilaksanakan pada awalnya, ada seleksi adminisitrasi berupa mengumpulkan dokumen yang dibutuhkan seperti, nilai rapor, surat pernyataan orang tua, dilanjutkan dengan seleksi profile test dari
pihak TACO.
Kedepannya, diharapkan ada lagi acara serupa dengan partner yang berbeda, supaya SBM ITB dapat memberikan akses pendidikan timggi dan berkualitas kepada lebih banyak pihak ,
“Kedepannya kami berharap akan ada program serupa, kita bisa mencari partner lagi nantinya," Kata Donald Lantu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/MoU-SBM-ITB-dengan-TACO-dalam-program-Mini-SBM.jpg)