Warga Bandung Diimbau Waspada Potensi Bencana Kebakaran, Maksimalkan Peran Relawan
Dia pun meminta para lurah dan camat memaksimalkan peran relawan di kewilayahan untuk melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna meminta masyarakat waspada potensi bencana kebakaran, utamanya saat musim kemarau.
Menurut Ema, bencana kebakaran di Bandung masuk kategori cukup tinggi.
Ema menginstruksikan ke aparat kewilayahan untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai mitigasi bencana kebakaran.
Dia pun meminta para lurah dan camat memaksimalkan peran relawan di kewilayahan untuk melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran.
"Saya minta camat dan lurah optimalkan seluruh relawan dalam kebencanaan utamanya kebakaran agar terus mengingatkan masyarakat untuk waspada dan antisipasi jangan sampai teledor dan sehingga mengakibatkan kebakaran apalagi masih masuk dalam musim kemarau," katanya, Senin (16/10/2023) di Balaikota.
Ema meminta Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung meningkatkan kewaspadaan terutama menghadapi potensi bencana lainnya.
"Kewaspadaan di musim kemarau ini sangat penting. Diskar diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan melakukan antisipasi. Apalagi dengan terpaaan angin lebih kencang," katanya.
Baca juga: Kemarau Panjang, Unisba Gelar Salat Istisqa dan Doa Bersama, Mohon Diturunkan Hujan Penuh Berkah
Sekretaris Diskar PB Kota Bandung, Iwan Rusmawan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran di tengah musim kemarau. Dia pun mengajak masyarakat untuk mengecek seluruh saluran-saluran listrik.
"Hati-hati saluran listrik, charger, kompor dan sebagainya," ujarnya.
Tidak hanya itu, dia mengimbau masyarakat untuk menghindari membakar sampah saat terik matahari sebab cepat merambat. Selain itu, antisipasi alang-alang terbakar.
Iwan mengungkapkan, mayoritas kebakaran di Kota Bandung didominasi oleh korsleting listrik. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk mengecek saluran listrik sebab memiliki masa waktu.
"Mayoritas korsleting, kami edukasi ke teman-teman, kabel itu ada umurnya," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Plh-Wali-Kota-Bandung-Ema-Sumarna-as.jpg)