60 Hari Tanpa Hujan, Air Situ Gede Tasikmalaya Surut Menjelma Padang Rumput: Sangat Disukai Sapi

Dari total luas 47 hektare Situ Gede, hanya sekitar 20 hektare yang masih tergenang air dan ini sudah terjadi beberapa bulan ke belakang.

Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Aldi M Perdana
Air di objek wisata Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, surut dan menyisakan padang rumput yang hijau. 

Laporan Jurnalis TribunPriangan.com, Aldi M Perdana

TRIBUNJABAR.ID, KOTA TASIKMALAYA - Badan Meteorologi, Geofisika, dan Klimatologi (BMKG) menulis pada situsnya bahwa hampir seluruh Pulau Jawa mengalami hari tanpa hujan dengan kategori ekstrem panjang atau lebih dari 60 hari tanpa hujan, termasuk wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat.

Musim kemarau panjang tersebut mengakibatkan surutnya air di objek wisata Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Sebagian situ tersebut sudah tidak lagi terendam air, dan menjelma menjadi padang rumput hijau.

Dari total luas 47 hektare Situ Gede, hanya sekitar 20 hektare yang masih tergenang air dan ini sudah terjadi beberapa bulan ke belakang.

Oleh sebab itu, surutnya air Situ Gede dimanfaatkan masyarakat setempat untuk memanen rumput.

“Ini buat sapi. Tapi, buat pakan ternak jangkrik juga bisa. Ini mah kan rumputnya masih muda, jadi pada doyan,” tutur Dedah, salah satu pencari rumput, kepada TribunPriangan.com pada Rabu (27/9/2023).

Dedah juga menambahkan bahwa tak hanya sapi, domba juga menyukai rumput muda di Situ Gede tersebut.

“Ya, mungkin karena rumputnya halus, kan masih muda. Jadi domba dan sapi sangat suka,” katanya.

Salah seorang pedagang di Situ Gede mengungkapkan, surutnya air di sana tidak memengaruhi jumlah pengunjung yang datang.

“Mau surut atau enggak juga, yang beli mah normal-normal aja di warung. Paling tukang sewa perahu yang sepi mah,” jelas Nenden, salah satu penjual kuliner di Situ Gede.

Hal tersebut senada dengan penjelasan Dudung, pemilik perahu wisata di Situ Gede.

“Sepi, karena kan airnya juga surut, dan baru sekarang ini air (Situ Gede Tasikmalaya) surut. Musim kemarau tahun-tahun sebelumnya enggak sampai surut,” jelas Dudung.

“Pengunjung yang mau naik perahu berkurang. Kalau yang ke warung buat makan atau ngopi mah masih ada,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved