Optimalkan Penguatan "Sumedang Simpati", Pj Bupati Herman Luncurkan Tiga Program Suplemen

Pj Bupati Herman meluncurkan Tiga Program Suplemen untuk optimalkan penguatan Sumedang Simpati

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
istimewa
Penjabat (Pj) Bupati Sumedang, Herman Suryatman saat memimpin apel pada Senin (25/9/2023) di Lapang Upacara Setda Kabupaten Sumedang. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Penjabat Bupati Sumedang, Herman Suryatman memunculkan tiga program kerja suplemen. Dalam kepemimpinannya di Sumedang selama 2023-2023, Pemkab Sumedang mempertahankan capaian pemerintahan sebelumnya atau bahkan melebihinya. 

"Selain program-program yang sudah berjalan dalam Sumedang Simpati, kita juga telah menyiapkan tiga program yang sifatnya suplemen untuk menguatkan Sumedang Simpati," ucap Herman Suryatman, Senin (25/9/2023), di Gedung Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS). 

Sumedang Simpati merupakan visi kepemimpinan pasangan bupati dan wakil bupati, Dony Ahmad Munir dan Erwan Setiawan pada 2018-2023. Visi itu dilanjutkan Herman dengan bran "Beyond Simpati". 

Ketiga program suplemen tersebut adalah Cekas atau Catatan dan Evaluasi Kinerja Kepala SKPD; Pasang Sangkur atau Pamarentah Sareng Warga Ngawangun Silaturahmi Nguatkeun Kamandirian Lembur; Dan, GRMD atau Gotong Royong Membangun Desa.

"Program Cekas lebih bersifat penguatan pemerintahan. Sudah disiapkan sistemnya sehingga tidak ada ruang bagi kepala SKPD yang tidak berkinerja. Nanti ke bawahnya juga sama. Minggu ini akan langsung diaplikasikan, " ujarnya. 

Adapun program Pasang Sangkur, bersifat penguatan kemasyarakatan melalui komunikasi langsung antara unsur pemerintah dan masyarakat. 

Gotong Royong Membangun Desa (GRMD) menurut Herman merupakan kolaborasi pembangunan dengan salah satu unsur pentahelix yakni perguruan tinggi berupa KKN Tematik. 

"Program ini melibatkan 48 perguruan tinggi. Untuk tahap awal sebagai pilot project akan diturunkan di 26 desa di 26 kecamatan, per desa 10 mahasiswa. Ini berlangsung 4 bulan sampai Januari 2024," terangnya. 

Tema KKN meliputi program prioritas Pemda Sumedang yakni penanganan kemiskinan, pencegahan stunting dan peningkatan daya saing desa. 

"Indikatornya ialah peningkatan literasi sosial masyarakat 100 persen, zero new stunting dan one village one product ," ujarnya. 

Semua itu, lanjut Herman, didasarkan atas nilai-nilai pemerintahan berupa nilai filosofis dan nilai operasional. 

"Nilai filosofisnya Insun Medal, Insun Madangan , lahir untuk menerangi. Sedangkan nilai operasionalnya Guyub (cooperation), Motekar (deligent) dan Surti (self help)," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved