Stok Beras untuk Jabar Aman tapi Mengapa Harga Beras di Bandung Raya Naik? Ini Kata Disperindag
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Noneng Komara Nengsih mengatakan, suplai beras masih tersedia.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Noneng Komara Nengsih mengatakan, suplai beras masih tersedia.
Noneng menyebut, pihaknya telah memantau pasar di Jabar dengan melibatkan Indag dan kepala dinas.
"Sebetulnya tidak ada kenaikan yang signifikan, suplai juga terpantau cukup," ujarnya, saat dikonfirmasi, Kamis (7/9/2023).
Menurutnya, lonjakan harga beras tidak terjadi di semua wilayah di Jawa Barat.
Kendati demikian, kenaikkan harga beras di Bandung Raya masih terjadi.
Dia mengaku penyebab naiknya harga beras masih ditelusuri.
"Kita juga selalu menelusuri dimana ada kenaikan," tuturnya.
Noneng memperkirakan, kenaikan disebabkan pada jalur distribusi.
Ia menghimbau, masyarakat tidak panic buying dengan lonjakan harga beras beberapa minggu terakhir.
Baca juga: Duh, Harga Beras di Karawang Terus Meroket, Naik sejak Dua Bulan Terakhir
"Pedagang tidak boleh memanfaatkan kondisi seperti ini untuk lakukan penimbunan beras," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang penjual sembako di Pasar Simpang Dago, Yana memperkirakan harga beras meroket lantaran harga gabah naik akibat musim kemarau.
"Biasanya begitu. Namun memang stock masih aman, harga sudah mulai naik sejak tiga bulan lalu," ungkap Yana, saat ditemui Tribunjabar.id, Jumat (8/9/2023).
Yana menuturkan, harga gabah yang meningkat membuat jumlah produksi yang menurun.
Berdasarkan pantauan Tribunjabar.id, harga beras paling rendah dengan kualitas medium mencapai Rp 13.500-14.000 per Kilogram.
"Terkadang harga Rp 11.000 per Kilogram masih dijual, namun rata-rata HET diangka Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per Kilogram," tandasnya. (Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Harga-beras-medium-di-Pasar-Atas-Kota-Cimahi.jpg)