PKS Bentuk Tim Satgas Penanganan Sampah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sampah Kota Bandung baru 50 persen terangkut ke TPA Sarimukti sehingga tumpukan sampah di TPS masih meluber ke jalan.
Penulis: Tiah SM | Editor: bisnistribunjabar
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sampah Kota Bandung baru 50 persen terangkut ke TPA Sarimukti sehingga tumpukan sampah di TPS masih meluber ke jalan.
Untuk mengatasi sampah Kota Bandung Ketua DPD PKS Kota Bandung Ahmad Rahmat Purnama memberikan instruksi kepada seluruh kader PKS Kota Bandung menggiatkan kembali gerakan KangPisMan (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan) yang sudah dipelopori almarhum Mang Oded Walikota Bandung 2018 - 2021.
"Seluruh Kader di Kota Bandung agar menyelesaikan sampahnya dari rumah dengan cara kurangi, pisahkan dan manfaatkan atau KangPisMan. Bukan untuk hanya hari ini tapi menjadi solusi selamanya jangka panjang, jadi pisahkan kurangi selamanya," ujar Ahmad saat di kantor DPD PKS Jalan Katamso, Selasa (05/09/2022).
Ahmad minta selain kader, simpatisan dan warga agar memisahkan sampah dan mengelola sampah, tim satgas peduli sampah PKS siap membantu membuat lubang biopori.
"Jika ada tumpukan sampah telepon hotline, 082115556151 kami segera datang untuk mengatasinya, " ujarnya.
PKS Kota Bandung membentuk Satgas Peduli Kelola Sampah, melayani pembuatan lubang biopori secara gratis, melayani penyemprotan cairan bioaktivator secara gratis agar menghilangkan bau sampah dan memberikan sarana edukasi terkait pengelolaan sampah.
"PKS sebagai pelopor mengurangi sampah dari sumbernya, kami akan kerahkan seluruh kader, simpatisan dan relawan, kami juga mengajak masyarakat Kota Bandung," kata Ahmad.
Untuk atasi sampah PKS akan rekrut relawan kader.PKS di 30 Kecamatan akan dilatih, untuk mengelola sampah di wilayahnya, Ahmad berharap bukan hanya kader tapi dari masyarakat bisa ikut serta juga mengelola sampah yang sebetulnya sederhana.
Di mulai dari rumah di awali Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman) dulu itu dilakukan secara masif oleh masyarakat luar biasa.
"Program kang Pisman ini jangan hanya pada saat menghadapi darurat sampah saja tapi harus menjadi kebiasaan harus menjadi hebit kalau perlu kita zero west, harus bebas sampah dan negara lain sudah lakukan hal ini dan cukup berhasil," ujar Ahmad.
Pemerintah diharapkan dukung lebih power full lagi kalau di dukung oleh pemerintah terutama kebijakan anggaran.
Untuk mengelola sampah organik yang tidak memiliki lahan tanah bisa dalam ember atau galon bekas mineral bisa menjadi Kompos. (tiah sm)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/1-Lobang-desa-dapur-loseda-untuk-mengolah-sampah-organik.jpg)