Water Bombing dari Helikopter BNPB Bantu Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Sarimukti
Setelah sepekan berjibaku memadamkan api kebakaran TPA Sarimukti, tim gabungan TNI Polri dan unsur lain, sudah mengurangi luasan titik panas
TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Setelah sepekan berjibaku memadamkan api kebakaran TPA Sarimukti, tim gabungan TNI Polri dan unsur lain, sudah mengurangi luasan titik panas.
Meski begitu, menurut Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono, api dapat muncul kembali.
‘’Masih ada api dan dapat muncul kembali apabila ada angin kencang. Karena itu tim gabungan tetap bersiaga,’’ kata Kapolres Cimahi, AKBP Aldi Subartono, dalam keterangannya.
Saat ini pemadaman sudah dibantu helikopter dari BNPB untuk mempercepat pemadaman. Water bombing dilakukan mulai pagi hingga sore hari dengan menyiramkan sebanyak 87 kali atau sebanyak 87.000 liter air.
Baca juga: Sederet Upaya Padamkan Api di TPA Sarimukti, Terjunkan Water Bombing hingga Rencana Rekayasa Cuaca
‘’Pemadaman dilakukan secara bersama melalui jalur udara (water bombing) dan darat dengan mengerahkan 12 unit kendaraan Damkar se-Bandung Raya. Malam ini upaya pemadaman akan dilanjutkan dengan mobil Damkar,’’ ujar dia.
Hingga sepekan ini, untuk pemadaman kebakaran TPA Sarimukti, sebanyak 491 personil dilibatkan. Terdiri dari TNI Polri, Pemerintah Daerah, Basarnas Jabar, PMI, serta elemen masyarakat lainnya.
‘’Tim gabungan tetap bersiaga, apabila terdapat angin kencang yang menjadi faktor munculnya api. Pemukiman (tempat para pemulung) terdekat dengan lokasi kebakaran berjarak 500 meter. Ada sebanyak 60 KK atau 300 jiwa di lokasi ini,’’ ujar dia.
Setelah sepekan dilanda kebakaran TPa Sarimukti, warga mulai merasakan efek gangguan kesehatan utamanya gangguan pernafasan. Polri mendirikan posko kesehatan, bersama Kesdam III Siliwangi hingga Pemda.
’’Mayoritas anak-anak dan balita dengan diagnosa gejala ISPA,’’ imbuh dia.
Sedangkan untuk dapur umum yang sudah didirikan adalah dapur umum Kodam III/ Siliwangi, dapur umum Tagana, dan satu unit Kendaraan Dapur Lapangan Sat Brimobda Polda Jabar. Polres Cimahi juga membagikan ratusan masker kepada masyarakat terdampak kebakaran.
‘’Sampai dengan saat ini belum ada warga yang dilakukan evakuasi akibat dampak kebakaran TPA Sarimukti. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa namun terganggu dengan asap kebakaran,’’ kata dia.
Kepala Dinas DBMPR Provinsi Jabar, Bambang Tirto Yuliono, mengatakan, untuk mengurangi penumpukan sampah di wilayah Bandung Raya, UPTD TPA Sampah Sarimukti dibantu Dinas DBMPR Jabar, berinisiatif membuka lahan penampungan sampah sementara.
Lahan yang disiapkan untuk menampung sampah seluas dua hektare yang berlokasi di sebelah TPA Sarimukti, dekat zona empat.
‘’Rencananya lahan penampungan tersebut akan beroperasi mulai Senin (28/8/2023,’’ kata dia saat melakukan peninjauan di lokasi lokasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pemadaman-TPA-Sarimukti-kk.jpg)