Rabu, 29 April 2026

Imbas El Nino, Kebakaran Hutan dan Lahan di Bandung Barat Bisa Terjadi 2 Hingga 3 Kali Sehari

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB mengatakan, selama puncak musim kemarau tahun ini kerap menerima laporan adanya karhutla

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
istimewa dok Damkar KBB
Petugas saat memadamkan api yang membakar hutan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) akibat puncak musim kemarau panjang imbas fenomena El Nino sudah sering terjadi.

Bahkan kejadian kebakaran hutan dan lahan tersebut bisa terjadi tiga kali dalam waktu satu hari di tempat yang berbeda, karena ketika musim kemarau banyak tumbuhan kering dan untuk kebakarannya disebabkan oleh kelalaian manusia.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan KBB, Siti Aminah Anshoriah mengatakan, selama puncak musim kemarau tahun ini pihaknya kerap menerima laporan kebakaran hutan dan lahan hampir setiap hari.

"Terutama kebakaran lahan kosong dan alang-alang, sekarang ini setiap hari ada kejadian di dua atau tiga tempat sekaligus," ujarnya saat dihubungi, Kamis (17/8/2023).

Ia mengatakan, kebakaran hutan dan lahan hingga dua kali dalam sehari itu terjadi pada 15 Agustus 2023 di wilayah Kecamatan Cikalongwetan dan Padalarang hingga kobaran api menghanguskan sejumlah pohon pinus.

Akibat kebakaran tersebut, kebun pinus seluas 7 hektare di Kampung Panglejar, RT 3/4, Desa Mandalamukti, Kecamatan Cikalongwetan, KBB ludes terbakar hingga menyebabkan pohon dan tumbuhan di kebun menjadi rusak.

"Kebakaran kebun pinus itu terjadi secara tiba-tiba, api  langsung merambat ke perkebunan pinus Panglejar. Luas area yang terbakar kebun pinus kurang lebih 7 hektare," kata Siti Aminah.

Pada waktu yang sama, kejadian yang kedua terjadi kebakaran alang-alang di Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, beruntung kobaran api tidak sampai merembet ke area permukiman karena langsung ditangani.

"Untuk kejadian kebakaran lahan di area Kota Baru Parahyangan itu luas lahan yang terbakarnya 500 meter persegi tapi hanya alang-alang yang terbakar," ucapnya.

Siti mengatakan, kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau ini memang mudah terjadi dan kobaran api mudah membesar karena banyak tumbuhan kering dan diperparah dengan hembusan angin kencang.

"Biasanya pemicu kebakaran hutan dan lahan itu dipicu pembuangan puntung rokok yang menyala dan adanya pembakaran sampah sembarangan lalu ditinggal," ujar Siti.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved