Pastikan Berjalan Maksimal, Komisi I DPRD Jabar Soroti Program Tapal Desa di Ciampea Bogor
Komisi I DPRD Jabar Soroti Program Tapal Desa yang digagas Gubernur Jawa Barat di Ciampea Bogor
TRIBUNJABAR.ID, BOGOR - Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor menjadi salah satu desa yang terpilih untuk penerapan program Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni 'Tapal Desa'.
Program yang diharapkan dapat meningkatkan ketahanan pangan warga ini menjadi sorotan DPRD Jawa Barat khususnya Komisi I.
Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat menginginkan program ini berjalan maksimal.
Dikutip dari TribunBogor, Komisi I DPRD Jabar menyoroti program Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yakni 'Tapal Desa' di Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.
Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat menyoroti Tapal Desa di Ciampea Udik ini lantaran pada tahun 2022 lalu tepatnya bulan Agustus, desa ini ditunjuk sebagai desa pertama untuk dilaksanakan program ini.
Namun, dalam pelaksanannya, dinilai tidak maksimal.
Masih ada kesenjangan penggunaan aplikasi yang dikelola.
Seperti diketahui, program Tapal Desa sendiri merupakan kepanjangan dari Ketahanan Pangan Digital Desa dengan ditandai adanya 'Leuit' atau tempat penyimpanan padi.
Leuit ini dikelola oleh warga sekitar dengan menggunakan aplikasi.
Jika krisis pangan melanda, Leuit ini bisa digunakan padinya dan nantinya dicatat menggunakan aplikasi.
"Desa ini sudah dilaunching seperti luar biasa. Tapi, berjalannya waktu ada kesenjangan. Terutama kesenjangan pengetahuan (penggunaan aplikasi) di Provinsi dan di desa. Sehingga aplikasi itu tidak langsung klik gitu," kata Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, Sadar Muslihat kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (18/7/2023).
Sadar melihat, bahwa ada keteledoran yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Barat.
Seharusnya, Pemprov Jawa Barat menyiapkan panduan Tapal Desa ini yang bisa dipahami oleh masyarakat.
Namun, Kepala Desa yang bersangkutan pun tidak hanya tinggal diam menunggu.
Kepala Desa harus aktif mencari masyarakat yang memang bisa memanfaatkan program ini agar berjalan maksimal.
"Ini PR kedepan. Terutama oleh kepala desanya sendiri mencari anak anak muda yang paham dengan teknologi dan IT. Nah, tinggal komunikasinya saja. Mudah mudahan program ini bisa berjalan dengan baik seperti yang dimaksudkan," jelas Sadar.
Secara realisasi, sejak Agustus tahun 2022, terkhusus realisasi sarana Leuitnya sendiri, di Desa Ciampea Udik ini sebetulnya sudah berjalan.
Desa Ciampea Udik ini menggunakan dana CSR dari Bank BJB untuk membangun leuitnya dengan nilai anggaran 90 juta rupiah.
Namun, Leuit yang dibangun pun dirasa masih belum maksimal ditambah penggunaan aplikasi berbasis digital yang belum ada panduannya.
"Program ini kan memang bertujuan agar masyarakat Jawa Barat tidak kelaparan. Namun, dari leuit yang ada seharusnya tidak seperti itu (bentuknya). Apalagi desa ini ditunjuk sebagai desa yang pertama," tegasnya.
Sadar pun menegaskan, bahwa program yang digagas langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ini sia-sia.
Secara tujuan, Sadar melihat bahwa program ini sudah sangat bagus namun jika tidak maksimal, tidak ada manfaat yang dirasakan.
"Kita simpulkan program pak gubernur melambung tapi, pelaksanaannya kurang. Saya sering bilang, Jabar Juara itu, Kabupatennya juara, kotanya juara, desanya juga juara," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Pelaksanaannya Belum Maksimal, Komisi I DPRD Jabar Soroti Program Tapal Desa di Ciampea Bogor,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Komisi-I-Dewan-Perwakilan-Rakyat-Daerah-DPRD-Provinsi-Jawa-Barat-soroti-program-Gubernur.jpg)