Ternyata Ada Makna Filosofi di Balik 5 Lomba Perayaan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Momen 17 Agustus

Ternyata belum banyak yang tahu, ada makna filosofi di balik lomba-lomba yang sering diadakan dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Editor: Hilda Rubiah
TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN
Ternyata Ada Makna Filosofi di Balik 5 Lomba Perayaan HUT Kemerdekaan RI Digelar di Momen 17 Agustus 

TRIBUNJABAR.ID - Ternyata belum banyak yang tahu, ada makna di balik lomba-lomba yang sering diadakan dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Tak lama lagi, masyarakat Indonesia akan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI atau HUT RI ke-78 di tahun 2023 ini.

Setiap perayaan HUT Kemerdekaan RI di momen 17 Agutusan, masyarakat menggelar berbagai kegiatan.

Selain upacara bendera biasanya juga digelar perlombaan, seperti lomba panjat pinang, lomba balap karung, lomba makan kerupuk dan lainnya.

Ternyata ada makna filosofi di balik lomba 17 Agustusan tersebut.

Baca juga: Download Logo Resmi HUT RI ke-78 JPEG hingga PNG, Lengkap dengan Makna dan Tema HUT Kemerdekaan 2023

Berikut dirangkum 5 lomba 17 Agutusan yang memiliki makna filosifis, dilansir dari Kompas.com.

1. Lomba makan kerupuk

Merupakan salah satu lomba pertama yang diadakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia di era 1950-an.

Kerupuk identik dengan makanan rakyat jelata di masa perang, sehingga lomba ini bertujuan untuk mengingatkan kepada masyarakat Indonesia, bahwa saat perang kondisinya sangat memprihatinkan dan sulit.

LOMBA MAKAN KERUPUK - Tiga anak kecil mengikuti lomba makan kerupuk yang diselenggarakan Karang Taruna RW 05, Kelurahan Braga, Jalan Lembong, Kota Bandung, Minggu (9/8/2015). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-70 Republik Indonesia di RW tersebut yang puncaknya akan berlangsung pada 17 Agustus 2015.
LOMBA MAKAN KERUPUK - Tiga anak kecil mengikuti lomba makan kerupuk yang diselenggarakan Karang Taruna RW 05, Kelurahan Braga, Jalan Lembong, Kota Bandung, Minggu (9/8/2015). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-70 Republik Indonesia di RW tersebut yang puncaknya akan berlangsung pada 17 Agustus 2015. (TRIBUN JABAR / GANI KURNIAWAN)


2. Lomba bakiak

Bakiak berbentuk seperti sandal dengan ukuran panjang yang biasanya diisi dua sampai tiga orang, dan tiap kelompok harus bergerak dengan kompak.

Pesan yang ingin disampaikan dari lomba ini adalah upaya gotong royong untuk mencapai kemerdekaan.

3. Lomba panjat pinang

Viral, seorang nenek ikut lomba panjat pinang di Kampung/Desa Anjun, Kecamatan Plered, Purwakarta, terekam video.
Viral, seorang nenek ikut lomba panjat pinang di Kampung/Desa Anjun, Kecamatan Plered, Purwakarta, terekam video. (Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama)


Panjat pinang berasal dari zaman penjajahan Belanda, dulunya dikenal sebagai De Klimmast yang berarti ‘memanjat tiang’.

Walau banyak pro kontra, lomba panjat pinang mengandung pesan perjuangan bangsa Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan.

Baca juga: Momen 17 Agustusan Lesti Kejora dan Rizky Billar Blusukan Gelar Program Leslar Kampung Hiburan

4. Lomba balap karung

Lomba balap karung menggambarkan kesulitan mendapatkan kain sebagai pakaian yang layak saat masa penjajahan. Masyarakat Indonesia menjadikan karung goni sebagai alternatif pengganti pakaian, karena hanya karung goni yang mudah ditemukan dan dimiliki masyarakat Indonesia pada masa itu.

Menurut Heri Priyatmoko, sejarawan dan Dosen Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, perayaan lomba 17 Agustusan juga punya banyak manfaat positif.

Gelak tawa mewarnai lomba balap karung unik yang diikuti sejumlah ibu rumah tangga di Jalan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (19/8/2018).
Gelak tawa mewarnai lomba balap karung unik yang diikuti sejumlah ibu rumah tangga di Jalan Argasari, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Minggu (19/8/2018). (Tribun Jabar/Firman Suryaman)

"Selain ketangkasan, lomba itu juga menandakan adanya semangat gotong royong dan juga strategi. Tapi yang paling utama adalah permainan tanpa ada permusuhan," ujarnya.

(Kompas.tv/ Gempita Surya)

Artikel ini diolah dari Kompas.tv

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved