Selasa, 7 April 2026

Banjir Terjang Parigi Pangandaran Dua Hari, Begini Kondisi Warga, Ada yang Bertahan dan Mengungsi

Aktivitas warga di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terganggu akibat adanya banjir.

Penulis: Padna | Editor: Giri
Tribun Jabar/Padna
Kondisi permukiman warga di Dusun Karangnangka, Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, yang terdampak banjir, Sabtu (8/7/2023).  

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Aktivitas warga di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, terganggu akibat adanya banjir.

Banjir tersebut akibat luapan air sungai di saat turun hujan deras.

Kondisi diperburuk pasangnya air laut sehingga air sungai yang mengalir ke laut menjadi tertahan.

Banjir terlihat di RW 01 Dusun Karangnangka, Desa Bojong, Kecamatan Parigi.

Selain sekitar 450 jiwa yang berada di RW 01 Dusun Karangnangka, dampak banjir juga membuat akses jalan dan persawahan tertutup air.

Akibat banjir, sejumlah warga ada yang memilih mengungsi di rumah keluarganya dan banyak juga yang bertahan.

Baca juga: Bupati Pangandaran Akan Bikin Kajian Penyebab Banjir di Parigi, Sebut Ada Masyarakat Nakal

Mereka yang bertahan di rumah berusaha menyingkirkan genangan air banjir dan lumpur serta mengevakuasi barang-barangnya.

Ratusan warga setempat pun tidak bisa beraktivitas normal seperti biasanya dalam dua hari banjir

Untuk mencukupi kebutuhan pokok dapur, mereka mengandalkan dari bekerja serabutan dan bertani

Satu warga yang terdampak, Ruminah (52), mengatakan, banjir sudah berlangsung dua hari ini.

"Ya, aktivitas mah susah, enggak bisa ke mana-mana. Tinggi banjir di dalam rumah itu sekitar 20 sampai 30 sentimeter," ujar Ruminah kepada Tribunjabar.id di sela sela kesibukannya menyingkirkan genangan air, Sabtu (8/7/2023) siang.

Banjir masih tinggi karena dua hari dua malam hujan terus mengguyur.

Baca juga: Bupati Jeje Wiradinata Berjalan Kaki Tembus Banjir di Pangandaran, Tinjau Kampung dan Sawah Terendam

"Akhirnya kan Sungai Citonjong dari gunung itu meluap. Makanya, saya sama warga lain sangat khawatir. Apalagi, kalau hujan deras di malam hari," ucapnya.

Meskipun rumahnya terdampak banjir, dia mengaku tidak mengungsi.

"Saya mah pilih bertahan di rumah. Paling, memindahkan barang-barang saja seperti kasur busa tempat tidur, pakaian, dan buku-buku penting," kata Ruminah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved