Ini Penjelasan Osteo Dance, Tari Kesehatan Tulang yang Dipertandingkan di Fornas VII 2023 Jabar

Dalam lomba tersebut, tarian yang dibawakan dengan gerakan lincah dan energik seirama dengan musik, serta kekompakan, menjadi penilaian utama.

Tribun Jabar/ Lutfi Ahmad Mauludin
Sebuah tim dansa sedang memainkan Osteo Dance yang dipertandingkan dalam Fornas VII 2023, di Kabupaten Bandung, Selasa (4/7/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Osteo dance atau tarian untuk mencegah tulang keropos di usia senja, turut diperlombakan pada ajang Festival Olahrga Rekreasi Masyarakat (Fornas) VII Jawa Barat, di Kompleks Pemkab Bandung, Soreang,  Selasa (4/6/2023).

Dalam lomba tersebut, tarian yang dibawakan dengan gerakan lincah dan energik seirama dengan musik, serta kekompakan, menjadi penilaian utama dewan juri.

Tak hanya keseragaman gerakan, namun kostum peserta pun menjadi nilai tambah. Dalam lomba ini,  setiap tim terlihat menggunakan kostum yang seragam.

Ketua DPD Perwatusi Jabar, Lina Marlina, menyebutkan bahwa para peserta yang bertanding  mewakili daerahnya, terlihat sangat antusia dan gembira, bahkan masyarakat pun antusia untuk menonton Osteo Dance ini. 

"Untuk menuju masyarakat yang sehat dan bugar, harus dilakukan sejak dini. Untuk mencegah tulang keropos saat usia tua, Osteo Dance ini harus dilakukan sejak dini, paling tidak, saat usia remaja," kata Lina, di sela perlombaan. 

Lina mengatakan pihaknya ingin olahraga ini semakin dikenal dan diminati memasyarakat. 

Menurut Lina, semakin banyak masyarakat yang melakukannya, maka akan semakin banyak juga masyarakat yang terhindar dari penyakit tulang keropos pada saat lanjut usia.

Istri Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan bahwa kekuatan tulang itu harus dipersiapkan sejak dini. Sehingga melalui Fornas VII Jabar 2023 ini, diharapkan masyarakat Jabar dapat lebih aktif berolaharaga, khususnya Osteo Dance yang bermanfaat untuk mencegah penyakit tulang keropos di usia tua.

Inovasi gerak senam ini, menurut Lina, terus dilakukan oleh pengurus pusat agar senam ini lebih diminati oleh semua kalangan usia, terutama oleh para remaja, sehingga dibuat semangat dan lebih menarik.

"Biasanya kan, yang senam osteoporosis itu para manula, sambil duduk-duduk di kursi. Kalau ini kan yang nonton pun ikutan semangat," ucapnya.

Lina mengaku, perkembangan Osteo Dance di Jabar cukup pesat. Saat ini sudah terbentuk kepengurusannya di 10 kota atau kabupaten.

Selain itu, bermunculan komunitas-komunitas Osteo Dance dan pihaknya akan terus memberikan pelatihan untuk lebih memasyarakatkan senam gerakan khusus osteoporosis ini. 

Lina berharap masyarakat Jabar bisa lebih aware dengan kesehatannya melalui Osteo Dance sehingga terhindar dari osteoporosis pada usia tua. 

"Selain harus  mencegah stunting, kita juga harus menyiapkan para ibu muda yang sekarang ini agar tulangnya kuat dan sehat, terbebas dari penyakit tulang keropos di usia senja,"  ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved