Persib Bandung
Beli Tiket Persib Bandung Tak Lagi Bisa Barengan, Viking Mengeluh
Humas Viking Persib Club (VPC), Hendri Darmawan mengaku, pihaknya cukup banyak menerima keluhan dari para pengurus dan anggota dari berbagai distrik V
Penulis: Cipta Permana | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mekanisme aturan baru penjualan tiket pertandingan kandang yang diterapkan Persib Bandung, untuk laga perdana di kompetisi Liga 1 musim 2023/2024, melawan Madura United di Stadion GBLA Kota Bandung, dikeluhkan para bobotoh.
Bobotoh menilai bahwa mekanisme baru tersebut, merugikan dan menghambat keinginan bobotoh untuk memberikan dukungan langsung bagi para punggawa tim Pangeran Biru.
Humas Viking Persib Club (VPC), Hendri Darmawan mengaku, pihaknya menerima banyak keluhan dari para pengurus dan anggota dari berbagai distrik VPC.
"Sampai barusan, masih banyak teman-teman distrik yang mengeluh soal sulitnya membeli tiket untuk laga hari Minggu nanti. Dari teman-teman distrik menganggap perubahan sistem ini terlalu mendadak, karena sistem sebelumnya baru saja benar-benar lancar pas paruh musim kedua liga kemarin, sekarang sudah diubah lagi, jadi harus ada penyesuaian lagi," ujarnya melalui telepon, Jumat (30/6).
Hendri menuturkan, dari keluhan yang disampaikan oleh para anggota distrik, dirinya telah berkomunikasi dengan manajemen Persib, untuk dapat menunda penerapan sistem baru tersebut.
Apalagi pemutihan data keanggotaan VPC, terakhir dilakukan pada tahun 2019 lalu.
"Data anggota Viking belum kita update lagi, sehingga kita belum bisa kasih data ke PT. Persib (Persib Bandung Bermartabat). Maka dari itu, kita minta waktu setengah musim ini atau sampai liga musim depan lah baru bisa diterapkan," ucapnya.
Hendri menuturkan, para pengurus dan anggota distrik, khususnya di daerah turut mempertanyakan, bahwa dengan penerapan sistem baru tersebut, dikhawatirkan akan mematikan fungsi distrik untuk mengakomodir pembelian tiket secara kolektif atau komunitas.
Sebab, dengan sistem baru tersebut membuat pembelian tiket harus secara mandiri atau perorangan.
Baca juga: Termasuk Nick Kuipers, 6 Pemain Persib Bandung Ini Tak Muncul di Laman Resmi Liga 1, Resmi Dicoret?
"Mereka mempertanyakan kalau seperti ini terus, fungsi distrik-distrik di daerah ini akan bagaimana, karena pembelian tiketnya harus masing-masing," ujarnya.
"Belum lagi di daerah, kalau Persib mau main, pasti akan dilakukan pendataan oleh pihak kepolisian berapa banyak anggota distrik yang akan berangkat ke stadion, berapa yang pakai roda dua, roda empat, dan juga bus. Kalau masing-masing seperti ini kan kita juga susah untuk memberikan data ke kepolisian," tambahnya.
Padahal, lanjutnya, tujuan utama dari koordinasi ini kan menjadi bahan bagi pihak keamanan, untuk merencanakan sistem pengamanan yang akan diterapkan.
Disinggung terkait sulitnya mendapatkan tiket, berpeluang untuk adanya aksi boikot pertandingan lawan Madura United.
Menurutnya, berdasarkan arahan dari Ketua Umum VPC, untuk dapat mengikuti sistem yang telah diterapkan manajemen saat ini.
Bahkan, seluruh anggota VPC diminta untuk dapat menyukseskan pertandingan perdana tersebut dengan baik.
"Akan tetapi kalau misalkan harapan kami untuk menunda penerapan sistem baru ini, masih mentok, masih sulit, maka kami akan berkomunikasi kali dengan pihak PT. PBB. Jadi jangan dulu ada misalnya ada aksi turun ke jalan, karena Ketum sudah mengimbau hal tersebut, agar seluruh anggota Viking untuk bisa menahan diri, supaya setelah pertandingan Minggu ini, kita bisa berkomunikasi lagi dengan PT. PBB," ujarnya.
Di sisi lain, Hendri pun menjelaskan bahwa keberadaan komunitas atau komunitas suporter ini dibutuhkan oleh negara.
Hal tersebut pun tercantum dalam Undang-undang tentang keolahragaan nomor 11 Tahun 2022, yang salah satu pasalnya berbunyi tentang mengatur kelompok suporter.
"Artinya, karena negara butuh kelompok suporter, maka harus dikuatkan lagi, terus koordinasinya pun harus baik, komunikasinya juga harus lancar. Tapi kalau misalkan tetap dipaksakan masing-masing lagi beli dan pengambilan tiketnya (pertandingan), nanti siapa yang akan berkoordinasi dengan pihak keamanan dan bertanggung jawab terhadap anggota kelompok suporternya masing-masing," ucapnya.
Hendri berharap, pihak PT. PBB dapat mengembalikan sistem penjualan tiket pertandingan seperti musim sebelumnya yang dinilai sudah adaptif dengan para bobotoh," ujar Hendri
"Dan, belajar dari pengalaman yang lalu-lalu, saat ini, Ketum dan para pengurus Viking menegaskan dan sudah menyatakan siap untuk jalan berdampingan dengan PT. PBB juga pihak keamanan, agar ketika Persib main di GBLA, dapat terlaksananya pertandingan yang lancar juga aman, agar para ibu-ibu dan anak-anak dapat nonton dengan nyaman," katanya.
Sebelumnya, Direktur Komersial PT. PBB, Gabriella Witdarmono mengatakan, bahwa Persib menyediakan 28 ribu tiket bagi pertandingan Persib vs Madura United, Minggu (2/7/2023).
Menurutnya, penjualan tiket pertandingan kandang Persib dapat diakses Bobotoh dengan melakukan verifikasi diri di Persib App yang telah dilakukan pembaruan, yaitu Android PERSIB Apps 2.10.1 Dan iOS PERSIB Apps 2.20
Sebagai informasi, proses verifikasi diri pada Persib App tersebut membutuhkan waktu 2x24 jam.
Pada musim ini, PERSIB sudah menetapkan harga tiket untuk seluruh tribun sebagai berikut;
- VIP Bawah Rp 400.000
- VIP Barat Selatan Rp 200.000
- VIP Barat Utara Rp 200.000
- Timur Rp 125.000
- Selatan Rp 125.000
- Utara Rp 125.000
PERSIB tidak akan memfasilitasi permintaan perubahan data pasca-transaksi pembelian tiket sesuai dengan yang tercantum pada kebijakan pembelian tiket di https://persib.co.id/pages/term-and-condition-ticket. (Laporan wartawan Tribunjabar.id, Cipta Permana.).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tiket-laga-Persib-vs-Rans.jpg)