Kereta Cepat Jakarta Bandung Bakal Layani 68 Kali Perjalanan per Harinya
Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan beroprasi 68 kali perjalanan setiap hari.
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan beroprasi 68 kali perjalanan setiap hari.
Hal tersebut diucapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, setelah mencoba melakukan perjalanan dengan menggunakan KCBB dari Stasiun Halim hingga Stasiun Tegalluar, Kamis (22/6/2023).
Tak hanya Luhut yang langsung mencoba KCJB dari Jakarta ke Kabupaten Bandung, Ia juga ditemani Mentri Perhubungan Budi Karya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, beserta yang lainnya.
Baca juga: Kereta Cepat Jakarta-Bandung Akan Beroperasi Agustus 2023, Akan Ada 68 Perjalanan/Hari
Setibanya di Stasiun Tegalluar sekitar pukul 10,38 WIB dengan menggunakan kereta inpeksi, Luhut meninjau progres pembangunan stasiun dan Depo Tegalluar.
Ia juga memberikan arahan kepada para pegawai KCJB saat berada di Stasiun Tegalluar.
Menurut luhut, progres proyek KCJB masih berjalan sesuai target, dan diharapkan selesai sesuai target.
"Ke depannya, ini akan ada 68 kali perjalanan dalam satu hari, dengan rata-rata penumpang 600 1 orang. Jadi saya kira akan membuat orang lebih nyaman untuk kemari," ujar Luhut.
Luhut mengaku, saat mencoba KCJB semua berjalan sangat baik.
"Dari jakarta itu mencoba LRT, dan mencoba kereta api cepat, sampai di Padalarang kira-kira 30 menit, dan sampai di sini (tegalluar) 45 menit. Jadi suatu perjalanan yang sangat nyaman," kata Luhut.
Luhut mengaku, Presiden RI, Jokowidodo, memberikan instruksi baginya, gubernur, hingga menteri perhubungan.
"Rakyat sepanjang jalan KCJB ini, dari Jakarta sampai Bandung ini, supaya perwakilannya untuk mencoba kereta cepat ini," ujar Luhut.
Luhut mengatakan, pengalaman di Tiongkok itu 40 ribu kilometer perjalanan kereta api cepat, jadi mereka sangat advance dan terbaik di dunia.
"Mereka juga ingin melakukan transfer teknologi kepada kita," tuturnya.
Menurutnya, nanti hilirisasi akan banyak, semua bahan baku (kereta cepat) akan dibuat di Indonesia dengan suport Tiongkok.
"Saya kira dari KCIC bekerja luar biasa. Saya ucapkan terima kasih, kepada pak Gubernur terkait masalah tanahnya, Pak bupati, semuanya, dan ini kita bekerja ramai-ramai (bersama)," ucapnya. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/menteri-koordinator-bidang-kemaritiman-dan-investasi-luhut-binsar-pandjaitan.jpg)