Minggu, 12 April 2026

WADUH, Kota Bandung Jadi Daerah di Jabar dengan Kasus Raja Singa Terbanyak

Kota Bandung menjadi daerah di Jawa Barat (jabar) dengan jumlah tertinggi untuk kasus sifilis atau raja singa.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Rochady Hendra Setia Wibawa membacakan sambutan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada acara Gebyar Puncak Pekan Imunisasi Dunia (PID) Provinsi Jawa Barat Tahun 2023 di Aula Biofarma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/5/2023). Kota Bandung menjadi daerah di Jawa Barat (jabar) dengan jumlah tertinggi untuk kasus sifilis atau raja singa. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung menjadi daerah di Jawa Barat (jabar) dengan jumlah tertinggi untuk kasus sifilis atau raja singa.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Rochady HS. Wibawa mengatakan, berdasarkan hasil skrining penyakit sifilis yang dilakukan sejak 2018-2022, total ada 830 orang positif sifilis.

"Di Kota Bandung untuk pemeriksaan dilakukan di sekitar 29.552 pemeriksaan itu hasilnya memang 830 orang positif sifilis. Wilayah lain kita adakan pemeriksaan, cuman angkanya fluktuatif, sesuai dengan jumlah kepadatan penduduk, Kota Bandung paling tinggi," ujar Rochady, Sabtu (10/6/2023). 

Menurutnya, skrining belum dilakukan menyeluruh ke semua daerah, hanya dibeberapa lokasi saja.

Jika skrining dilakukan secara menyeluruh, kata dia, angka kasus yang ditemukan bisa jadi lebih banyak dibanding data saat ini. 

"Kota Bandung tergolong tinggi angkanya, paling tinggi. Tapi kan kalau kalau dilihat ini aktifnya di area lokalisasi. Kalau dilakukan (skrining) menyeluruh ke setiap rumah, ini angkanya bisa lebih tinggi," katanya. 

Sementara untuk wilayah lain seperti Kota Depok dan Bekasi, kata dia, jumlahnya relatif sedikit meski masuk sebagai daerah penyangga Ibu Kota. 

"Depok dari 10.713 yang diperiksa hanya 3, Bekasi dari 8.548 itu 53. Kalau masalah tergolong kecil atau besar itu tergantung jumlah responden yang kita periksa," katanya.

Saat ini, Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota bersama-sama aktif melakukan penanganan penyakit ini. 

"Kalau obat tidak ada masalah, di Puskesmas sudah ada, di RS juga ada," ucapnya.

Berdasarkan hasil testing sejak 2018-2022, tercatat ada 305.816 testing di Jabar. Dari jumlah tersebut, ditemukan 3.186 kasus positif sifilis, 1.500 di antaranya sudah mendapatkan pengobatan.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman. )

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved