Bus Terguling di Subang

Rem 'Ngebagel' Bus Pariwisata Berpenumpang 58 Orang Ditabrakan ke Pohon untuk Minimalis Korban

Kasus kecelakaan lalu lintas tunggal yang menyebabkan Bus Pariwisata berpenumpang 58 orang terguling di Ciater, Minggu(4/6/2023) sekitar pukul 19.00.

|
Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Tribunjabar.id / Ahya Nurdin
Kondisi Sopir Bus Pariwisata Berpenumpang 58 orang, saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Subang. Foto : Tribunjabar.id / Ahya Nurdin 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kasus kecelakaan lalu lintas tunggal yang menyebabkan Bus Pariwisata berpenumpang 58 orang terguling di Ciater, Minggu(4/6/2023) sekitar pukul 19.00 WIB, ternyata disebabkan oleh rem yang tidak berfungsi dengan baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Asep Setiawan(42) sopir Bus Pariwisata saat ditemui Tribunjabar.id di RSUD Ciereng Subang, Senin(5/6/2023)

Menurut Asep, sejak dalam perjalanan dari Lembang, kondisi rem kendaraan baik-baik saja tak ada kendala selama dalam perjalanan.

Baca juga: DETIK-DETIK Bus Pariwisata Berpenumpang 58 Orang Terguling di Ciater, Ini Kronologisnya

"Namun setelah memasuki Tangkuban Parahu, rem kendaraan mulai masalah, dan saya sempat berhenti memeriksa rem tersebut sehingga kembali berfungsi dengan baik," katanya

Dikatakan Asep, rem kembali mengalami trouble saat mulai memasuki turunan di kawasan D'Castello, walaupun saat ini kecepatan hanya 30 km perjam, namun kondisi jalan menurun.

"Diturunan D'Castello, rem kendaraan kembali bermasalah 'ngebagel', atau tiba-tiba rem keras tak bisa diinjak," ucapnya

Setelah kondisi rem tak berfungsi, saya perintahkan kepada kondektur untuk memerintahkan para penumpang mundur ke belakang dan mengosongkan tempat duduk di bagian kanan.

"Saya ingatkan para penumpang untuk waspada agar meminimalisir terjadinya korban jika terjadi kecelakaan. Karena kondisi rem sudah tak berfungsi, 90 persen kendaraan tak akan bisa berhenti karena kondisi jalan menurun. Dan mobil akan berhenti jika ditabrakan," ucapnya

Guna meminimalisir kecelakaan yang dapat menimbulkan korban banyak. Saya akhirnya menabrakan mobil tersebut ke pohon dan langsung terguling.

"Sengaja saya tabrakan ke pohon agar mobil berhenti, sebab kalau tidak ditabrakan ke pohon bisa menabrak kendaraan lain yang bisa menimbulkan korban banyak," ucapnya

"Alhamdulillah! setelah ditabrakan ke pohon dan terguling tidak menimbulkan korban jiwa dan hanya beberapa penumpang mengalami luka ringan, termasuk saya sendiri mengalami luka ringan," imbuhnya.

Akibat kecelakaan tersebut, Bus Pariwisata berpenumpang 58 orang pelajar Tsanawiyah asal Kota Serang Banten tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah dibagian depan dan samping kanan akibat terguling dan menabrak pohon. (*)

Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved