Arab Saudi Luncurkan Layanan Baru, Urus Visa Haji Cuma 30 Menit, Cek Cara dan Syaratnya
Pemerintah Arab Saudi resmi meluncurkan layanan visa elektronik (e-visa) di tujuh negara lainnya di dunia, termasuk Indonesia.
TRIBUNJABAR.ID, RIYADH - Pemerintah Arab Saudi resmi meluncurkan layanan visa elektronik (e-visa) di tujuh negara lainnya di dunia, termasuk Indonesia.
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melakukannya sebagai upaya mengadopsi kebijakan visa yang lebih ramah pariwisata selama beberapa tahun terakhir.
Tidak hanya untuk memudahkan mereka yang berkunjung karena alasan agama, tapi juga memikat lebih banyak wisatawan.
Dikutip dari laman visaguide.world, Kamis (25/5/2023), inisiatif Kementerian Luar Negeri Arab Saudi baru-baru ini bertujuan untuk mengembangkan lebih lanjut mekanisme penerbitan visa dengan menggunakan teknologi terbaru.
Nantinya inisiatif ini akan memfasilitasi proses penerbitan visa untuk perwakilan Arab Saudi di Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Mesir, Bangladesh, Indonesia, India, dan Filipina.
Untuk mendapatkan manfaat dari e-visa, kandidat yang memenuhi syarat harus mendaftar melalui situs web pariwisata resmi Arab Saudi.
Untuk mengajukan visa Arab Saudi secara online, pemohon harus mengakses situs web aplikasi e-visa dengan mengklik tombol 'apply now', lalu lengkapi formulir aplikasi visa, bayar biaya visa dan tunggu e-visa diproses, prosesnya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Setelah menerima e-visa, pemohon dapat mencetaknya dan menggunakannya untuk memasuki negara tersebut dalam waktu 90 hari.
Perlu diketahui, pihak berwenang di Arab Saudi memperkenalkan e-visa untuk kali pertama pada akhir 2019 untuk mengakomodasi peningkatan pariwisata.
Tahun lalu, para pemimpin Arab Saudi mengatakan bahwa pengunjung dapat mengajukan visa kunjungan pribadi untuk mengunjungi teman yang merupakan warga negara Saudi menggunakan formulir layanan e-visa di situs webnya.
Di antara persyaratan untuk visa kunjungan pribadi adalah mendapatkan paspor asli tidak kurang dari enam bulan, yang harus memiliki setidaknya dua halaman visa kosong berturut-turut.
Visa yang berlaku untuk jangka waktu 90 hari ini memungkinkan pengunjung untuk melakukan perjalanan ke seluruh Arab Saudi, termasuk dua kota sucinya, yakni Makkah dan Madinah.
Tahun lalu, Kementerian Haji dan Umrah mengungkapkan bahwa sejak dimulainya musim umrah, pada 30 Juli hingga akhir 2022, lebih dari empat juta visa dikeluarkan untuk jemaah dari negara-negara dunia.
Baru-baru ini, otoritas Arab Saudi membuka rencana untuk menambah total 315.000 kamar hotel baru dengan perkiraan biaya pengembangan sebesar 37,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada 2030.
Ini merupakan bagian dari upaya tambahan untuk membantu pemulihan sektor pariwisata.
(tribunnetwork/fitri wulandari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-visa-arab-saudi_20170613_083836.jpg)