Sambut Kunjungan Biksu Thailand di Objek Wisata Alam Ipukan, Warga Kuningan Kenalkan Karinding
Puluhan biksu Thailand saat berada di Objek Wisata Alam Ipukan Palutungan, di Desa Cisantana, Kuningan, mendapat sambutan dari warga setempat.
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Puluhan biksu Thailand saat berada di Objek Wisata Alam Ipukan Palutungan, di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, mendapat sambutan dari warga setempat.
Penyambutan itu terlihat saat warga mengenalkan karinding, alat musik Sunda buhun yang terbuat dari bambu.
"Sangat senang saat tadi mengenalkan karinding. Terus kami mainkan karinding di depan para biksu dan mereka terlihat senang hingga merekamnya," kata Dani saat memberikan keterangannya setelah memainkan karinding, Jumat (19/5/2023).
Dani, yang berasal dari komunitas karindingan Kuningan, menjelaskan bahwa karinding ini merupakan media yang digunakan suku Sunda dalam melangsungkan kegiatan tertentu.
Seperti melaksanakan kegiatan mengusir hama pertanian dan media populer pada zamannya.
"Iya, karinding ini terbuat dari bambu. Alat ini biasa digunakan untuk mengusir hama tanaman pertanian pada zaman dahulu. Juga suka dijadikan media dalam kegiatan sosial lingkungan suku Sunda dahulu," ujarnya.
Puluhan biksu Thailand berkunjung ke Objek Wisata Alam Ipukan Palutungan.
Kunjungan mereka ke lokasi wisata yang berada di kaki Gunung Ciremai itu sebagai pengisi waktu dalam kegiatan perjalanannya menuju ke Candi Borobudur dalam agenda terjadwalkan sebelumnya.
Hal itu dikatakan Bante Wawan, salah seorang biksu yang mengikuti program Internasional Thudong 2023, saat memberikan keterangannya di objek wisata setempat, Jumat (19/5/2023).
Bante Wawan mengungkapkan, kehadiran mereka di Objek Wisata Alam di Kuningan sekaligus sebagai pemulihan kesehatan dalam perjalanannya menuju Candi Borobudur.
"Jadi kalau aki (bateri) itu kan ada waktu di cas, jadi alasan kami ada di wisata alam ini, ya kami juga manusia dan bisa menikmati suasana alam dan udara pegunungan yang segar begini. Kemudian, melihat wajah para biksu lain itu terlihat senang juga sih," ujarnya.
Saat di lokasi wisata, sejumlah biksu menikmati sejuknya alam dan indahnya pemandangan.
Sejumlah biksu ada yang melakukan meditasi di sekitaran air terjun, ada pula yang menikmati fasilitas di lokasi wisata Ipukan, seperti bermain ayunan hingga mencoba berbagai spot swafoto.
"Jumlah biksu dalam Internasional Thudong ini 32 orang," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Warga-Kuningan-mengenalkan-karinding-di-depan-seorang-biksu-Jumat-1952023.jpg)