Kamis, 30 April 2026

BMKG Ingatkan Warga Bandung Raya untuk Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang Beberapa Hari ke Depan

Hujan deras disertai petir dan angin sekencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Bandung Raya hingga beberapa hari ke depan.

Tayang:
Kolase Trbun Jabar (ISTIMEWA)
ILUSTRASI - Hujan deras disertai angin puting beliung menerjang. Hujan deras disertai petir dan angin sekencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Bandung Raya hingga beberapa hari ke depan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Hujan deras disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Bandung Raya hingga beberapa hari ke depan.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu, mengatakan terdapat aktivitas gelombang ekuatorial dan kondisi labilitas atmosfer lokal yang dapat memicu peningkatan proses konvektif di wilayah Bandung Raya.

Kondisi inilah yang kemudian memperbesar peluang terjadinya pertumbuhan awan hujan tetap aktif, utamanya hujan sedang sampai lebat dengan durasi singkat serta berpotensi diikuti kilat atau petir dan angin kencang.

Khusus Rabu (26/4), ungkap Teguh Rahayu, kondisi cuaca wilayah Bandung Raya pada pagi hingga siang diprediksi cerah berawan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Bandung, Cimahi, dan Sekitarnya Hari Ini 26 April 2023: Hujan Sedang Sampai Malam

Namun, pada siang hingga sore pada umumnya berawan hingga hujan ringan-sedang. Sedangkan prakiraan untuk malam hari umumnya cerah berawan hingga berawan.

Namun, untuk wilayah-wilayah, seperti Bogor (Megamendung, Ciawi, Sukaraja, Caringin), Kota Bogor (Bogor Timur, Bogor Selatan), Cianjur (Kadupandak, Cijati), Kabupaten Bandung (Bojongsoang), Kota Bandung (Rancasari, Buahbatu, Gedebage, Arcamanik, Cinambo, Antapani, Kiaracondong, Bandung Kidul, Lengkong, Batununggal), dan Ciamis (Lumbung, Kawali, Jatinagara, Baregbeg, Cijeungjing, Ciamis) diminta untuk waspada.

"Kami meminta masyarakat mewaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi pada masa pancaroba ini, karena pada masa ini potensi kejadian bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat dengan durasi singkat, angin kencang dan puting beliung, serta hujan es meningkat.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan, sekitar DAS Citarum, dan bahkan perkotaan diharap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejadian tanah longsor, hujan es, dan angin kencang atau puting beliung. Selain itu masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kesehatan, karena perubahan dinamika cuaca terjadi cukup cepat pada masa peralihan ini, sehingga tingkat imunitas tetap terjaga di masa pandemi Covid-19.

Kami juga imbau untuk tidak memaksakan berkendara, apabila sedang terjadi hujan lebat disertai angin kencang untuk meminimalisasi resiko kecelakaan lalu lintas," katanya.

Tak hanya itu, Rahayu berpesan bagi masyarakat yang tinggal atau berkepentingan mengunjungi kawasan pesisir selatan Jawa Barat untuk selalu waspada dan berhati-hati, karena potensi gelombang tinggi hingga 4,0 meter masih mungkin terjadi hingga akhir bulan ini.

Selain itu, perlu diwaspadai kejadian, seperti abrasi dan kerusakan infrastruktur pantai lainnya yang disebabkan oleh gelombang tinggi dan angin kencang.

Berdasarkan analisis data sinoptik BMKG, ujar Rahayu, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara juga dominan bergerak dari timur laut ke timur dengan kecepatan angin berkisar 3-15 knot.

Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari timur ke tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5-25 knot.

"Kondisi inilah yang menyebabkan potensi tinggi gelombang di Pesisir Selatan Jawa Barat mencapai 4,0 meter," ujarnya.

(nandri prilatama)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved