Mudik Lebaran 2023
Polisi Subang Ini Dulunya Penyapu Koin di Jembatan Sewoharjo, Kini Memotivasi Mereka untuk Berubah
Kegiatan menyapu koin di atas jembatan Sewoharjo, hingga saat ini masih terus berlangsung dan tak pernah punah.
Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Kegiatan menyapu koin di atas jembatan Sewoharjo, hingga saat ini masih terus berlangsung dan tak pernah punah.
Kegiatan menyapu koin di atas jembatan Sewoharjo ternyata pernah dialami oleh salah seorang anggota Polisi dari Polsek Pusakanagara Subang.
Briptu Heri Harsono, salah seorang Anggota Polsek Pusakanagara adalah salah satu orang yang pernah mengalami ikut menyapu koin diatas Jembatan Sewoharjo.
Heri Harsono Warga Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, mengaku sejak masih kelas tiga sekolah dasar (SD) hingga kelas tiga sekolah menangah pertama (SMP) memilih turun ke jalan untuk menjadi penyapu uang koin dengan temannya.
"Waktu itu, kalau mau jajan, saya ikut menyapu uang koin di Jembatan Sewoharjo. Daripada minta uang kepada orangtua, saya memilih menyapu uang koin di sana. Kalau sudah dapat Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, saya pulang untuk jajan," ujar Heri Harsono, Selasa(18/04/2023).
Nyapu uang koin akhir berhenti saat Heri sekolah menengah Kejuruan (SMK) karena merasa malu.

"Selain malu, saya juga berpikir tidak bisa begini saja, harus ada perubahan, apalagi ayah waktu itu sudah wafat, sehingga saya harus hidup bersama ibu dan membantu ibu" ucap Heri.
Setelah lulus SMK, dia dengan tekad yang kuat untuk mengubah nasib, memilih mendaftar sebagai anggota Polri dan lolos.
Briptu Heri kemudian dilantik sebagai anggota Polri pada 2017 silam dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).
"Pertama kali bertugas, Heri mengaku dapat penugasannya di Polres Subang. dan kini bertugas sebagai anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Pusakanagara," katanya
Saat musim mudik seperti sekarang, melihat para penyapu koin diatas Jembatan Sewoharjo membuat saya miris dan teringat masa lalu.
"Kalau dipikir-pikir sebenarnya sangat beresiko, panas menyapu koin di atas Jembatan Sewoharjo, tapi mau gimana lagi karena mereka butuh uang di tengah sulitnya mencari pekerjaan. Hal tersebut pernah saya alami langsung, akibat keterbatasan ekonomi, saya waktu kecil mau jajan harus nyapu koin dulu diatas Jembatan Sewoharjo," tuturnya
Saat ini saya bertugas sebagai anggota Polri di musim mudik ini selalu melakukan himbauan kepada para penyapu koin agar tidak beraktivitas disaat musim mudik saat ini karena sangat berbahaya dan mengganggu kelancaran arus mudik.
"Saat melakukan himbauan, saya pun suka teringat masa lalu kalau melakukan imbauan kepada penyapu uang koin di Jembatan Sewoharjo," ungkap Heri.
Makanya, dalam melakukan himbauan, saya pun tak lupa selalu memotivasi yang lain agar mencari pekerjaan lain tidak hanya menjadi penyapu uang koin saja.
"Karena masih banyak kesempatan pekerjaan lain lebih berwarna," ucap pemuda berusia 25 tahun tersebut.
Meskipun, kata dia, menyapu uang koin di Jembatan Sewoharjo merupakan tradisi turun temurun dari adanya mitos tentang keselamatan atau mencegah terjadinya kecelakaan bagi pengguna jalan yang melintas di Jembatan Sewoharjo, tersebut.
"Menyapu uang koin di sana pada pagi atau sore. Personel Polsek Pusakanagara kerap memberi imbauan kepada ia dan teman - temannya agar tidak menyapu di badan jalan karena rawan terjadinya kecelakaan," ucapnya
Kapolsek Pusakanagara Polres Subang Kompol R. Jusdijachlan mengaku bangga terhadap Heri Harsono yang semula sebagai penyapu uang koin di Jembatan Sewoharjo, kini menjadi anggota SPKT Polsek Pusakanagara Polres Subang.
"Kami sangat bangga karena mindset atau pola pikir ia mau berubah, karena tidak mau selamanya jadi penyapu uang koin, tapi mau jadi polisi. Ini bisa memotivasi anak muda lainnya agar mempunyai masa depan lebih baik," ujar Kompol R. Jusdijachlan.
Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Sumarni pun merasa bangga dengan Heri Harsono yang semula sebagai penyapu uang koin di Jembatan Sewoharjo, kini menjadi anggota polisi di Polsek Pusakanagara Polres Subang.
Heri Harsono, lanjut AKBP Sumarni, bisa jadi salah satu bukti siapapun punya kesempatan jadi polisi. Karena kalau sudah memenuhi persyaratan, tentunya akan lulus dan dilantik sebagai anggota Polri.
"Daftar menjadi anggota Polri gratis," tegasnya.
Untuk itu, AKBP Sumarni mengajak kepada anak muda Kabupaten Subang jika ada pembukaan pendaftaran anggota Polri jangan ragu untuk daftarkan diri.
"Gunakan kesempatan tersebut untuk jadi abdi negara melalui institusi Polri," ucapnya(Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang Ahya Nurdin)
Jumlah Penumpang KA Jarak Jauh di Stasiun Purwakarta Melesat Hingga 91 Persen pada Mudik Lebaran |
![]() |
---|
Arus Balik Kendaraan Pemudik di Tol Cipali Subang Meningkat Lagi, Masih Diberlakukan One Way |
![]() |
---|
Mudik Lebaran Diklaim Lancar, Masyarakat Apresiasi Polri yang Selalu Sigap dan Siaga Bantu Pemudik |
![]() |
---|
Menyayat Hati, Anggota Polisi di Garut Video Call Anak Saat Bertugas di Jalur Mudik, Belum Liburan |
![]() |
---|
30 Kata-kata Bijak tentang Liburan, Cocok Buat Caption Libur Lebaran 2023 Usai, Bagikan di Medsos |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.