Selasa, 14 April 2026

Mudik Lebaran 2023

Pergerakan Pemudik yang Lintasi Bandung Barat Akan Dipantau 129 CCTV

Fauzan Azima mengatakan, untuk memantau pergerakan pemudik pada arus mudik ini pihaknya telah menyiapkan sebanyak 129 kamera CCTV

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
hilman kamaludin/tribun jabar
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Fauzan Azima saat menunjukkan rekaman CCTV dari ruang ATCS, Senin (10/4/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB), sudah menyiapkan ratusan CCTV untuk memantau pergerakan pemudik yang melintas di sejumlah ruas jalan arteri saat momen arus mudik Lebaran 2023 ini.

Pemantauan pemudik dengan menggunakan CCTV yang sudah dilengkapi dengan pengeras suara ini dilakukan agar memudahkan petugas untuk melakukan penanganan jika terjadi kemacetan di beberapa titik jalur mudik.

Kepala Dinas Perhubungan KBB, Fauzan Azima mengatakan, untuk memantau pergerakan pemudik pada arus mudik ini pihaknya telah menyiapkan sebanyak 129 kamera CCTV yang terpasang di 50 titik persimpangan dan ruas jalan arteri.

"CCTV ini pengoperasiannya terpusat dari ruangan Automatic Traffic Control System (ATCS), jadi CCTV ini terintegrasi dengan pusat kendali kita," ujarnya saat ditemui di Perkantoran Pemda KBB, Senin (10/4/2023).

Melalui ATCS tersebut, kata Fauzan, nantinya titik yang rawan kemacetan di KBB selama arus mudik Lebaran bakal terawasi dan jika kondisi jalannya macet bakal langsung dilakukan diantisipasi serta ditindaklanjuti.

"Insya Allah titik-titik yang rawan kemacetan akan kita antisipasi informasinya dari awal dan akan kita berikan informasi itu sejak dini kepada masyarakat yang akan mudik," kata Fauzan.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil pemetaan, untuk titik kemacetan di jalur mudik wilayah KBB yang paling menonjol bakal ada di Padalarang, Rajamandala Cipatat, dan Lembang.

"Kalau Lembang mungkin (macet) di H+1 sampai H+7, tetapi untuk monitoring rute mudik, kita akan lakukan sejak H-7 sampai H+7 Lebaran," kata Fauzan.

Dalam mengawasi pergerakan pemudik nanti, kata dia, bakal ada petugas yang standby di ruang ATCS selama 24 jam dengan pembagian shift setiap delapan jam karena ATCS tersebut saat ini memang sudah berfungsi.

"Tapi akan kita maksimalkan saat pemantauan dan pengamanan mudik lebaran. Nanti setiap shift jumlah petugasnya akan berbeda-beda sesuai kebutuhan," ucapnya.

Menurutnya, pengawasan pergerakan pemudik tersebut perlu dilakukan karena pada momen arus mudik nanti diprediksi bakal ada peningkatan jumlah pemudik sebanyak 30 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

"Secara nasional diprediksi bakal terjadi peningkatan 35 persen karena saat ini ada kelonggaran PPKM. Kalau di KBB kami prediksi akan meningkat 30 persen dari tahun 2022," ujar Fauzan.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved