Kamis, 16 April 2026

Menikmati Kopi Ibrik Khas Turki di Pullman Bandung Grand Central, Rasanya Kaya Rempah

Ada yang unik ketika berbuka puasa di Sadrasa Restaurant Pullman Bandung Grand Central karena terdapat stall kopi khas Turki.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Giri
Tribun Jabar/Putri Puspita Nilawati
Bartender di Sadrasa Restaurant Pullman Bandung Grand Central, Bino, saat membuat kopi ibrik.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ada yang unik ketika berbuka puasa di Sadrasa Restaurant Pullman Bandung Grand Central karena terdapat stall kopi khas Turki atau dikenal dengan kopi ibrik.

Ibrik adalah sebuah teknik menyeduh kopi sejak ratusan tahun lalu dan dikenal sebagai alat kopi tertua di dunia. 

Menariknya dari kopi ibrik ini adalah teknik membuat kopi dengan menggunakan pasir. 

Bartender Sadrasa Restaurant, Bino, mengatakan, teknik membuat kopi ini merupakan cikal bakal dari manual brew

Manual brew adalah kopi seduh menggunakan air panas pada kopi yang sudah digiling. Namun kopi ibrik jauh lebih pekat dan kopinya berbeda. 

"Jenis kopi yang digunakan adalah kopi hitam jenis arabika yang telah dicampur dengan berbagai rempah seperti cardamon, kapulaga, cengkih, kayu manis," kata Bino saat ditemui di Pullman Bandung Grand Central, Jalan Dipenogoro, Bandung. 

Dalam penyajian kopi ibrik ini, kata Bino, hal yang harus diperhatikan adalah perbandingan kopinya yang lebih kental seperti espresso. 

Kopi yang telah dituangkan air hangat ini kemudian ditimbun pasir khusus kemudian digoyangkan ke sana-kemari. 

"Tujuannya supaya cepat panas dan memang pasir ini menghantarkan panas. Setelah mendidih bisa langsung dituangkan ke dalam gelas," kata dia. 

Ketika dicoba, rasa dari kopi ibrik ini cukup menarik karena rasanya kaya akan rempah dan memiliki aroma harum di seduhannya. 

Bahkan meskipun tidak menggunakan gula, rasa kopinya tetap ada manisnya setelah diseruput. 

"Biasanya ketika kopi sudah habis, ampas kopi dituangkan terbalik dari cangkir ke piring ceper kecil lalu dibaca oleh peramal," tutur Bino. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved