Duh, Pemda KBB Tak Punya Anggaran Cukup, Perawatan Kendaraan Dinas Hanya Sebatas Servis Ringan
Memprihatinkan, Pemda KBB mengaku tak miliki anggaran untuk perawatan kendaraan dinas, sehingga cukup hanya diservis ringan.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Kemal Setia Permana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Mobil dinas milik Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) hanya bisa diservis alakadarnya karena anggaran untuk perawatan mobil yang digunakan oleh para pejabat tersebut sangat minim.
Berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) KBB, secara keseluruhan Pemda KBB memiliki 1.713 unit kendaraan yang terdiri dari 1.153 roda dua, 499 roda empat, dan 61 roda tiga.
Jumlah kendaraan yang masih layak pakai ada 1.632 unit, sedangkan 81 kendaraan dalam kondisi rusak berat, dan 22 unit kendaraan masih dikuasai mantan pejabat yang sudah pensiun dan hingga saat ini masih belum dikembalikan.
Kabag Umum Setda KBB, Kemal Adiyaksa, mengatakan bahwa semua kendaraan dinas tersebut hingga saat ini hanya bisa dilakukan servis ringan saja karena pihaknya memiliki keterbatasan anggaran pemeliharaan.
"Jadi, semua kendaraan dinas yang ada sekarang tidak dicover untuk servis besar, paling yang ringan-ringan saja karena anggarannya terbatas," ujarnya saat dihubungi, Minggu (18/3/2023).
Ia mengatakan, kondisi kelayakan kendaraan dinas itu diperkirakan hanya 75 persen karena sudah sekitar dua tahun tidak ada alokasi anggaran untuk dilakukan servis besar terutama untuk semua mobil dinas.
Mobil dinas tersebut, kata dia, terakhir diservis besar secara berkala pada tahun 2021, sedangkan di tahun 2022 tidak ada anggaran untuk perawatan karena anggaran daerah mengalami defisit imbas dari pandemi Covid-19.
"Sehingga kendaraan itu hanya diservis ringan dan dilakukan penggantian oli secara berkala. Tahun ini hanya dialokasikan anggaran Rp 4,5 juta per kendaraan untuk keperluan ganti oli dan tune up," kata Kemal.
Sedangkan jika dilakukan servis keseluruhan, kata dia, anggarannya tidak akan mencukupi, bahkan kendaraan dinas yang ada di pool kendaraan Pemda KBB juga tidak dilakukan perawatan secara berkala.
Salah satu kendaraan yang tak dilakukan perawatan secara berkala itu, yakni kendaraan inventaris Toyota Alphard yang sempat dipakai oleh Bupati Bandung Barat periode pertama yang jarang dipakai karena perlu perbaikan dengan biayanya yang cukup besar.
"Kami berharap kendaraan dinas itu dijaga dengan baik agar tetap layak digunakan untuk operasional sehari-hari, meski anggaran pemeliharaannya minim," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mobil-dinas-pemkab-cirebon-terbengkalai-tak-terurus.jpg)