Ayah David Punya Bukti Pacar Mario Dandy Terlibat Kasus Penganiayaan Putranya, AGH Tak Bisa Berkilah
Ayah David, Jonathan Latumahina buka suara terkait adanya saksi AGH yang membantah terlibat dalam kasus penganiayaan putranya, punya bukti
TRIBUNJABAR.ID - Kasus David, anak petinggi GP Ansor yang dianiaya anak pejabat Ditjen Pajak, Mario Dandy Satriyo masih berbuntut panjang.
Kali ini, ayah David, Jonathan Latumahina buka suara terkait adanya saksi AGH yang membantah terlibat dalam kasus penganiayaan putranya tersebut.
Jonathan yakin AGH yang merupakan sosok pacar tersangka Mario Dandy Satriyo juga terlibat dalam penganiayaan David.
Menurut petinggi GP Ansor tersebut, AGH terlibat lantaran ada di lokasi kejadian bersama Mario Dandy.
Baca juga: Akhirnya AGH Pacar Mario Dandy Ungkap Pengakuan, Bantah Jadi Provokasi Tersangka untuk Aniaya David
Oleh sebab itu Jonathan Latumahina dengan tegas akan menyeret AGH dalam penganiayaan yang dialami David karena sudah memiliki bukti kuat.
Bahkan, ayah David itu mengaku mempunyai bukti untuk menyeret AGH dalam kasus penganiayaan putranya tersebut.
Hal itu diungkap oleh Jonathan lewat unggahan di akun twitter pribadinya @seeksixsuck, Senin (27/2/2023).
Dalam cuitan di twitternya, Jonathan Latumahina dengan tegas menyinggung peran AGH dalam pemukulan David yang dilakukan oleh Mario Dandy.
Bahkan Jonathan Latumahina mengaku bahwa dirinya tak akan damai dengan pihak AGH yang disebut sebagai dalang pemukulan hingga David koma.
"Dan untuk semua hal terkait urusan hukum tetap seperti semula, saya akan tempuh jalur hukum tanpa ada damai2," katanya.
Jonathan Latumahina juga menyebut bahwa dirinya telah memiliki bukti kuat atas keterlibatan AGH.
Sehingga dirinya meminta AGH untuk menunggu ditindak lewat proses hukum yang akan berjalan.
"Data penguat keterlibatan agnes sudah lengkap di LBH Ansor, kita tunggu aja kejutan-kejutan baru sebentar lagi," tegas Jonathan.
Sementara itu, Latumahina juga mengungkapkan kondisi terkini David, sang anak akibat penganiayaan anak pejabat pajak, Rafael Alun Trisambodo.
"Seminggu sejak malam yang yang meluluhlantakkan segalanya. Amorfati," tulis ayah David.
Jonathan Latumahina menyebutkan bahwa kondisi sang anak hingga saat ini belum sadarkan diri, namun prosesnya sangat positif.
Lebih lanjut, ayah korban menyebutkan bahwa saat ini sang anak dibantu alat pernapasan langsung ke paru-paru melalui pangkal leher.
"Kondisi david saat ini masih belum sadar tapi progresnya sangat positif.
Alat penunjang kesehatan saat ini tinggal cuff tracheastomy, dibuatkan lubang nafas langsung ke paru2 melalui pangkal leher. Terimakasih doa2nya untuk david," pungkasnya.
Baca juga: Kondisi David Terkini, Semakin Membaik, Sudah Lepas Ventilator, Dijenguk Ketua Umum PB NU
Bantahan AGH
Saat kejadian penganiayaan, beredar tudingan bahwa AGH sempat selfie ketika korban terkapar pasca dianiaya oleh Mario Dandy dan rekannya.
Meski begitu, AGH membantah bahwa ia selfie saat David terkapar.
AG mengungkap kronologi penganiayaan versi dirinya, di mana kejadian itu berawal ketika Dandy menjemputnya pulang sekolah, sekaligus mengambil kartu pelajar di David.
AG mengungkap tak ada perencanaan bahwa mereka akan melakukan penganiayaan ke David.
"Waktu itu saksi anak ini (AGH) lagi di sekolah, sudah pulang sekolah.
Si tersangka ini harusnya magang, dia akhirnya menjemput AGH, layaknya orang pacaran seperti biasa," ujar kuasa hukum AGH, Mangatta Toding Allo.
"Tidak ada perencanaan (penganiayaan) sama sekali, karena awalnya memang mau mengambil kartu pelajar," imbuhnya.
AGH menyebut bahwa ia meminta Mario Dandy agar tak melakukan kekerasan sampai 3 kali.
Pasalnya sang kekasih telah mendengar kabar bahwa AGH menerima perlakukan tak menyenangkan dari David.
"Klien kami sudah mengingatkan tersangka dua sampai tiga kali.
Bahkan sesaat setelah turun dari mobil, AGH ingatkan Mario sekali lagi untuk tak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan," kata Mangatta.
Namun, Mario Dandy rupanya tetap menganiaya David di daerah rumah teman korban di bilangan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
AGH juga menampik tudingan bahwa ia selfie dan swafoto saat David terkapar usai dianiaya Dandy.
"Selfie di atas tubuh D itu sama sekali tidak benar.
AGH justru dengan rasa kemanusiaan, tangan kirinya memegang D karena dia sedih dengan kejadian ini, dia memegang kepalanya," kata Mangatta.
"Saat korban tergeletak, dia bukan selfie, dia memegang kepalanya (korban) dan meminta pertolongan justru," tambahnya.
Dilansir TribunStyle.com dari Kompas.com pada Sabtu (25/2/2023), kuasa hukum AG mengungkap imbas kasus ini terhadap sang klien.
Kuasa hukum mengungkap bahwa AGH terancam drop out dari sekolahnya.
Sebelumnya, sekolah AGH mendapat ulasan buruk hingga harus mengunci akun Instagram karena kasus ini.
"Dia nyaris di-DO (drop out) atas kejadian ini," kata kuasa hukum AGH, Mangatta Toding Allo.
Sang kuasa hukum pun berencana akan menemui pihak sekolah dan membeberkan kronologi kasus ini dari sisi AGH, sehingga kliennya tak jadi di-drop out.
"Pihak sekolah sudah memberikan pernyataan sikap dan mengundang orangtua untuk klarifikasi," ujar Mangatta.
"Kami sebagai tim penasihat hukum akan mengklarifikasi ini dengan jelas dan terang," sambungnya.
"Namun, hal ini tidak bisa jadi konsumsi publik, karena banyak hal yang kami lindungi, apalagi AGH masih anak-anak," pungkasnya. (*)
(TribunSumsel/Thalia)
Sebagian artikel ini diolah dari TribunSumsel dengan judul: Jonathan Latumahina Ayah David Kantongi Bukti Kuat AGH Terlibat Penganiayaan Bersama Mario Dandy
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Jonathan-Latumahina-ayah-David-buka-suara.jpg)