Rabu, 8 April 2026

Percepat Digitalisasi Perbankan Daerah, Jalin Gelar BPD Forum Synchronizing the National Financial

Sejumlah managemen perwakilan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari berbagai daerah ikuti gelaran Casual Talk.

Editor: Mega Nugraha
Istimewa
Sejumlah managemen perwakilan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari berbagai daerah ikuti gelaran Casual Talk. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah managemen perwakilan Bank Pembangunan Daerah (BPD) dari berbagai daerah ikuti gelaran Casual Talk.

Kegiatan bertajukSynchronizing the National Financial System itu, digelar PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), penyelenggara infrastruktur sistem pembayaran berkolaborasi dengan dengan PT Synxchro Digitaltransformasi Indonesia (Synxchro) di Bogor selama dua hari sejak Selasa hingga Rabu 15 Februari 2023.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan Jalin dalam mendorong percepatan digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia yang dimulai dari bank daerah.

Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, mengatakan, kegiatan tersebut pertama kalinya digelar untuk membahas berbagai isu strategis yang dihadapi perbankan daerah dalam mengakselerasi transformasi digitalisasi. Khususnya, melalui pengembangan Open Application Programming Interface (API).

"Melalui kesempatan ini, kami mengajak BPD untuk saling berkolaborasi antar institusi guna menciptakan kenyamanan dalam penyelenggaraan sistem pembayaran bagi masyarakat, khususnya nasabah BPD" ujar Ario, dalam keterangannya, Kamis (16/2/2023).

Baca juga: bank bjb Kolaborasi dengan Dapenbun Luncurkan Layanan Otentikasi Terintegrasi

Menurut Ario, seiring dengan banyaknya layanan pendukung finansial yang dapat diakses menggunakan API, dibutuhkan sebuah solusi teknologi yang dapat mengkoneksikan berbagai layanan yang dimiliki pelaku industri dalam satu platform yang easy to access dan easy to use.

Kebutuhan finansial ini, kata dia, memotivasi Jalin untuk turut mengembangkan solusi Open API Jalin yang dapat mengkoneksikan ekosistem finansial seperti institusi keuangan dan perbankan.

Kemudian e-commerce, korporasi, asuransi, fintech dan lainnya ke ekosistem non finansial seperti merchant, biller, maupun public services melalui mekanisme Open API yang akan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk integrasi antar layanan.

Jalin, kata dia, mengembangkan layanan Payment Integrator yang dibangun sesuai dengan standar SNAP.

"Kita membutuhkan speed untuk bisa bersaing, speed dalam membaca potensi pasar, serta speed dalam berinovasi dan berkolaborasi. Sehingga diharapkan acara Jalin BPD Forum ini bisa memberikan headstart bagi perbankan daerah dalam lebih memahami gambaran perkembangan industri keuangan digital, mendapatkan inspirasi peluang bisnis, serta memanfaatkan momentum ini untuk membuka kolaborasi antar institusi lintas regional yang lebih luas," katanya.

Tata Martadinata, Head of Digital Product & Technology ASPI menambahkan, pemanfaatan open banking yang terus bertumbuh membuka banyak kesempatan bagi pelaku keuangan seperti perbankan dan fintech untuk mengeksplorasi model bisnis yang berbasis sharing infrastruktur demi efisiensi biaya operasional.

Dalam pembahasannya mengenai sinkronisasi industri sistem pembayaran, Tata Martadinata mengupas inisiatif Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP) yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebagai jawaban regulator atas isu relatif masih minimnya pengetahuan pelaku industri dalam mengelola API yang baik dan berkelanjutan.

"Kehadiran SNAP memastikan implementasi Open API pembayaran memiliki satu bahasa komunikasi yang terstandardisasi nasional. Standarisasi ini dilakukan demi mendukung ekonomi keuangan digital melalui interlink antara bank termasuk Bank Daerah/BPD dengan fintech untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran. Diharapkan pengenalan SNAP melalui kegiatan ini juga bisa meningkatkan literasi perbankan daerah akan sistem Open API sehingga BPD tidak kalah bersaing dengan pemain-pemain besar nasional terutama di regionalnya," ujar Tata.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Thomas Wahyudi selaku SVP TBRS Bank Mandiri dengan mengulas topik “Digital Payment Initiative to Support Regional Bank's Ecosystem”, dilanjutkan oleh President Director Jatelindo Armanto Idham Hadju yang membahas peluang digitalisasi pembayaran melalui kacamata industri transportasi dengan topik “Digitalization in Transportation Ecosystem”.

Turut hadir sebagai panelis, Tata Martadinata selaku Head of Digital Product & Technology ASPI mengangkat topik “SNAP for The Innovative and Synchronized Payment System Industry”. Adapun Chief Strategist Veda Praxis Satya Rinaldi hadir sebagai moderator diskusi.

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved