Bandung Beberapa Hari Ini Dilanda Angin Kencang sampai 55 Km/jam, Pertama dalam 18 Tahun Terakhir
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengatakan kecepatan maksimum normal di Februari ini ialah 12,6 knots atau 23,31 kilometer per jam.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Ravianto
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kalian merasakan enggak sih, akhir-akhir ini angin terasa bertiup sangat kencang di sekitar Bandung Raya?
Nah, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung melaporkan fenomena angin kencang dalam seminggu terakhir ini memiliki kecepatan angin maksimum mulai 4 Februari - 10 Februari 2023 ialah 15 - 17 knots atau 28 - 31 kilometer per jam.
Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu mengatakan kecepatan maksimum normal di Februari ini ialah 12,6 knots atau 23,31 kilometer per jam.
Tetapi, kecepatan maksimum absolut Februari sepanjang 1991 sampai 2020 ialah 30 knots atau 55 kilometer per jam.
"Kejadian kecepatan angin maksimum hingga 30 knots hanya terjadi sekali dalam 30 tahun terakhir, yaitu pada Februari 2004," ujarnya, Jumat (10/2/2023).
Adapun penyebab angin kencang, Rahayu menyebut ada beberapa penyebabnya di kawasan Bandung Raya dan sekitarnya.
Yaitu adanya aktivitas pertumbuhan siklon tropis dan bibit siklon tropis, serta adanya pertemuan massa udara yang memanjang dari Sebelah Barat Selat Sunda memanjang hingga Jawa Timur.
"Adanya pusat-pusat tekanan rendah di selatan Jawa, menyebabkan pertemuan angin tersebut menjadi semakin kencang. Kondisi ini diprediksi tetap bertahan selama anomali Suhu Permukaan Laut (SPL) di wilayah Selatan Jawa Barat bersifat hangat atau positif," katanya.
Bila melihat data pertumbuhan Siklon Tropis yang aktif pada saat ini, yaitu TS FREDDY, Rahayu mengatakan kondisi ini akan bertahan hingga 48 jam ke depan
Dia mengimbau kepada masyarakat yang berkepentingan mengunjungi pesisir selatan Jabar untuk waspada, karena dalam beberapa hari ke depan gelombang berpeluang mencapai empat meter.
"Bagi masyarakat yang bepergian, untuk selalu waspada terhadap kejadian angin kencang. Apabila terlihat adanya kejadian angin kencang, masyarakat dihimbau untuk berlindung di gedung yang kokoh, hindari berlindung di tempat terbuka atau dekat dengan pepohonan."
"Paling penting, hindari berita hoax dan hanya memantau kondisi cuaca terkini melalui kanal-kanal resmi BMKG maupun BMKG di daerah, dan juga kanal berita resmi dari instansi-instansi terkait lainnya," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/angin-kencang-menerpa-dahan-pohon-kelapa_20160608_091025.jpg)