Dispensasi Nikah di Sukabumi Meningkat hingga 90 Persen, Bupati: Pengaruh Medsos Sulit Dibendung

Peningkatan dispensasi nikah rata-rata disebabkan pergaulan bebas, hamil di luar nikah. Pemohon pun berkisar umur 16-17 tahun.

Tribun Jabar/ M Rizal Jalaludin
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Dispensasi nikah di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meningkat sejak 2022 sampai awal tahun 2023.

Peningkatan mencapai 80 sampai 90 persen, rata-rata disebabkan pergaulan bebas, hamil di luar nikah. Pemohon pun berkisar umur 16-17 tahun.

Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, Pemerintah Daerah terus mengupayakan penekanan dispenasasi nikah, bekerjasama dengan stakeholder lain, seperti melakukan sosialiasasi bahaya pergaulan bebas dan upaya lainnya.

"Ya persoalannya bukan masalah harus di sekolah saja, bicara administrasi sekolah kan tanggungjawabnya ada di provinsi, tapi bagaimana masyarakat ini juga peran untuk terus mengupayakan persoalan-persoalan di lapangan yang kepedulian dalam mengawasi, terutama pasca covid ini bebas dengan bergerak," ujarnya di kantor Setda, Selasa (24/1/2023) kemarin.

Baca juga: Puluhan Dispensasi Nikah Muda Diajukan ke PA Kota Sukabumi pada 2022, Ini Alasannya

"Salah satunya misalnya dilarang meroko itu, orang di wilayah lingkungan pemerintahan saja masih terlihat melenyun (merokok), nah ini perlu dilakukan (pengawasan), jadi pemerimtah, peran sekolah, peran masyarakat, peran majelis ulama semua stekholder juga harus mulai melihat juga peran kepala desa misalnya," jelasnya.

Menurutnya, penyebab bukan hanya pergaulan bebas secara langsung, tetapi pengaruh media sosial dengan adanya video tak senonoh yang ditonton remaja tanpa sepengetahuan orang tua, serta peredarannya yang sulit dibendung.

Ia menegaskan, hal ini harus menjadi catatan dan harus disikapi bersama.

"Karena ini secara informasi teknologi sulit untuk dibendung, pengaruh medsos, kiriman video-video film teu paruguh (nggk karuan), disatu segi dari pendidikan lingkungan keluarga mulai tidak ketat melihat anak, tapi ini harus menjadi catatan yang perlu disikapi bersama," jelasnya.*

Baca juga: Pelajar Nikah di Sumedang Tinggi, Pemkab: Siswa Hamil Tak Dikeluarkan, Setelah Lahiran Sekolah Lagi

Sumber: Tribun Jabar
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved