Minggu, 12 April 2026

Babat Berandalan Bermotor, Polres Cimahi Bentuk Tim Khusus, KBB dan Cimahi Paling Rawan

membentuk tim khusus (timsus) untuk memberantas aksi brutal geng motor yang selama ini kerap meresahkan masyarakat

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Polisi menggiring 15 anggota geng motor yang diduga pembuat onar di Cimahi belakangan ini saat berada di Polres Cimahi, Rabu (11/1/2023) malam. Kebrutalan berandalan bermotor ini membuat Polres Cimahi membentuk tim khusus. 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Polisi membentuk tim khusus (timsus) untuk memberantas aksi brutal geng motor yang selama ini kerap meresahkan masyarakat di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Seperti diketahui, aksi brutal berandalan bermotor tersebut kembali marak di Kota Cimahi.

Terakhir, para berandalan ini membuat keributan sambil mengacungkan senjata tajam di Jalan Warung Contong dan membacok pelajar di Jalan Mahar Martanegara.

Kapolres Cimahi AKBP Aldi Subartono mengatakan, dari hasil analisis pihaknya sudah mendapatkan data bahwa di Kota Cimahi dan KBB ini memang rawan aksi geng motor yang meresahkan masyarakat.

"Jadi kami bentuk tim gabungan Patroli Presisi untuk menekan tindak kriminalitas dan kejahatan jalanan, termasuk aksi geng motor," ujarnya di Cimahi, Minggu (21/1/2023).

Timsus yang berjumlah 112 personel tersebut nantinya akan melakukan patroli untuk mencegah aksi kejahatan jalanan dan geng motor ke titik rawan yang ada di Kota Cimahi dan KBB.

"Saya Kapolres Cimahi akan konsen menindak tegas aksi kriminalitas, kejahatan jalanan, dan geng motor yang menganggu kamtibmas warga Kota Cimahi dan Bandung Barat," kata Aldi.

Pihaknya memastikan tak akan segan untuk menindak tegas dan terukur kelompok-kelompok tersebut, sehingga pihaknya mengingatkan untuk tidak berbuat onar di wilayah hukum Polres Cimahi.

"Saya pastikan akan tindak tegas tanpa pandang bulu, apalagi saya sudah punya pola untuk menekan situasi ini dengan meningkatkan giat patroli preventif," ucapnya.

Dalam giat tersebut, pihaknya akan melibatkan anggota dari Sabhara, dan Satreskrim, termasuk melibatkan fungsi intelejen untuk mendeteksi lokasi-lokasi yang selama ini digunakan oleh kelompok-kelompok ini.

"Kalau mau coba-coba ayo silakan, saya tidak akan ragu untuk menindak tegas siapapun itu. Untuk pemetaan titik rawan saya akan ambil data dari Reskrim dan Intel," ujar Aldi.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved