Kampung Cilember Bandung Bagai Terisolir, Belum Punya Sekolah Layak, Kelas hingga MCK Diperbaiki TNI

Para personel TNI yang dibantu warga setempat memperbaiki ruang kelas, teras, hingga MCK, sekolah di Ciwidey Kabupaten Bandung

Tribun Jabar/ Lutfi AM
Personel TNI dari Yon Zipur 9 memperbaiki ruang kelas, teras, hingga MCK MI Baitul Ghofur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kampung Cilember, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, seperti daerah terisolir.

Hingga kini belum ada fasilitas pendidikan yang layak, untuk anak-anak kampung tersebut, mengeyam pendidikan.

Sekolah yang ada di Kampung tersebut untuk setara SD, yakni MI Baitul Ghofur, dan untuk sekolah setara SMP yakni MTS Al-Huda.

Kedua sekolah tersebut menggunakan fasilitas sekolah atau bangunan sekolah yang sama. Jadi kegiatan belajar mengajar, silih berganti, untuk MI sekolah pagi dan MTS siang hari.

Baca juga: Jembatan Cihangasa di Sukabumi Dihantam Banjir Bandang, Satu Kedusunan Terisolasi

Mirisnya lagi, kedua sekolah tersebut, hanya memiliki dua bangunan kelas, sehingga bangunan mushala yang ada kerap dijadikan kegiatan belajar mengajar.

Selain itu dua kelas yang ada kondisinya kurang layak, terkesan kumuh, begitu juga dengan MCK untuk para murid, terlihat kumuh dan jorok.

Warga kampung tersebut, khusunya orang tua murid, dan para murid di sekolah itu, pada libur sekolah saat ini, sedikit mendapat kebahagiaan.

Pasalnya, kini terdapat personel TNI dari Yon Zipur 9, yang memperbaiki ruang kelas, teras, hingga MCK, sekolah tersebut.

Para personel TNI yang dibantu warga setempat, Rabu (4/1/2023), terlihat ada yang sedang meperbaiki kloset MCK, memasang kramik depan kelas, dan di dalam kelas.

Danyonzipur 9/LLB Divif 1 Kostrad, Mayor Czi Asep Saepudin, mengungkapkan, kini pihaknya sedang memperbaiki atau merenovasi sekolah.

"Sejauh ini proses pengerjaan masih sekitar 39 persen. Mudah-mudahan, pada saat masuk sekolah sudah selesai," ujar Asep, saat ditemui di sekolah yang sedang direhab tersebut.

Menurut Asep, pihaknya membantu merehabilitasi karena kondisi sekolah tersebut mengkhawatirkan.

"Memang pada saat kami survei, saya sendiri dengan kepala sekolah, kemudian perwakilan divisi, kondisi bangunan dan sarana prasarana lainnya sangat mengkhawatirkan, jorok dan perlu perbaikan serta rehab," kata Asep.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved