Bantu Warga Lebak Muncang Bandung Salurkan Air Bersih, Kostrad Bangun Bendungan dan Pompa Hidram

Kini warga di Kampung Cilember tak usah capek mengecek aliran air yang sering tersumbat dan air yang tak bisa mengalir ke rumahnya

Tribun Jabar/ Lutfi AM
Danyonzipur 9/LLB Divif 1 Kostrad, Mayor Czi Asep Saepudin, saat meninjau pembuatan bendungan dan pompa hidram untuk membantu kebutuhan air bersih warga, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Rabu (4/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sumber air bersih di Kampung Cilember, Desa Lebak Muncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, sangat potensial.

Bahkan mata air di daerah tersebut sempat ditawar untuk dibeli oleh perusahaan air mineral. Warga tak melepasnya karena khawatir nantinya kekurangan air.

Walau sumber air bersih melimpah karena terdapat mata air yang cukup besar dengan air yang sangat jernih, warga memiliki kendala untuk menyalurkan air tersebut, ke rumahnya masing-masing.

Mata air tersebut memang cukup jauh dari permukiman warga, sehingga mereka menggunakan selang untuk mengalirkannya.

Baca juga: Kampung Cilember Bandung Bagai Terisolir, Belum Punya Sekolah Layak, Kelas hingga MCK Diperbaiki TNI

Dengan selang tersebut, warga harus mengecek aliran air karena seringkali tersumbat dan air tidak mengalir karena hanya mengandalkan selan langsung menuju mata air.

Kini warga di Kampung Cilember tak usah capek mengecek aliran air yang sering tersumbat dan air yang tak bisa mengalir ke rumahnya. Sebab TNI dari Yon Zipur 9, kini membangun bendungan dan membuat pompa hidram untuk mengalirkan air ke rumah warga.

"Membuat pompa hidram ini karena fasilitas listrik di sini terbatas," ujar Danyonzipur 9/LLB Divif 1 Kostrad, Mayor Czi Asep Saepudin, saat meninjau bendungan tersebut, Rabu (4/1/2023).

Sehingga menurut Asep, dengan adanya bendungan, air ditampung terlebih dahulu, dan didorong menggunakan pompa hidram yang memanfaatkan tekanan air.

"Dengan menggunakan pompa hidram ini kemudian air didistribusikan ke warga yang (sebelumnya) tidak terjangkau. Adanya ini, mudah-mudahan masyarakat, bisa terfasilitasi dengan baik terkait persoalan air," kata Asep.

Saat ini kata Asep, baru ada dua RW di kampung tersebut yang terairi.

"Namun tahap pertama satu RW dulu karena sedang dikerjakan oleh anggota kami, jadi masih proses lah," tuturnya.

Baca juga: TNI Turun Tangan Bantu Evakuasi Harta Korban Gerakan Tanah di Pasirsuren Sukabumi

Intinya pmpa tersebut kata Asep, untuk pendistribusian air, sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Sebelumnya bukan susah air, tapi terbatas karena tidak menggunakan alat apa-apa, hanya mengandalkan aliran dari mata air saja," ujar dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved