Tahun Baru 2023
Kadis Pariwisata Pangandaran Kesal, Banyak Calo Tiket di Libur Nataru: Mereka Nakal
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari, menyayangkan adanya calo tiket di libur tahun baru.
Penulis: Padna | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Tonton Guntari, menyayangkan adanya calo tiket di libur tahun baru.
Calo tiket masuk ini berada di luar pintu masuk objek wisata pantai di Kabupaten Pangandaran.
"Jadi memang, oknum-oknum (calo tiket) itu nakal. Kita jaga di beberapa titik tapi mereka mencari celah jalan yang tidak dijaga," ujar Tonton kepada sejumlah wartawan di sekitar Pangandaran Sunset, Sabtu (31/12/2022) sore.
Di jalur ke arah pantai timur, misalnya, mereka mencoba menerobos jalan yang mau ke objek wisata pantai.
Baca juga: Malam Tahun Baru di Pangandaran, Pangandaran Sunrise Pantai Timur Sudah Ramai Wisatawan Sejak Pagi
"Seperti tadi ada wisatawan yang dibawa calo menerobos kantor Disparbud kita, padahal jalannya verboden (tak boleh dilewati)," katanya.
Mereka sebelumnya sudah memberikan kode sehingga beloknya tidak ke arah pintu masuk Pantai Timur, tapi ke arah jalan verboden depan TIC Pangandaran.
"Mereka, malah mencoba melawan arah. Tadi ada dua pemotor calo yang kebetulan terlihat langsung oleh mata saya. Makanya, kami langsung usir calonya," ucap dia.
Calonya langsung kabur, tapi beberapa wisatawannya balik lagi diarahkan ke pintu masuk objek wisata.
"Memang, sebelum kejadian sekarang sering terjadi. Kata anak-anak (penjaga tiket) juga sering terjadi. Dan itu, penyakit lama," ujarnya.
Menurut Tonton, silahkan orang-orang yang mencari rezeki menjadi calo kamar hotel atau penginapan juga.
"Yang penting, jangan menggerogoti (menjadi calo tiket) karena itu untuk PAD juga. Dia kan mencari nafkahnya dari calo kamar, ya usaha saja, bukan jadi calo tiket," kata Tonton.
Menurutnya, calo penyedia jasa kamar juga ada yang benar dan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran.
"Itu yang ada, malah yang liarnya. Kalau yang pakai rompi itu sudah benar dan sudah berkoordinasi dengan kita," katanya.
"Sekarang, selain di pintu masuk, penjagaan di jalan tikus kami tambah orang dari kantor dan beberapa orang dari Linmas."
Mengenai kerugian akibat adanya calo tiket, Tonton mengaku tidak bisa terhitung karena cukup banyak.
"Karena memang, mereka dapat penghasilannya mungkin dari situ," ucap Tonton. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Calo-tiket-objek-wisata-di-Pangandaran.jpg)