Gempa Bumi di Cianjur

Pemkab Cianjur Minta Warga Terdampak Gempa Perbaiki Rumah dari Dana Pribadi, Akan Diganti

Herman Suherman meminta warga terdampak gempa bumi untuk segera dilakukan perbaikan dengan menggunakan dana pribadi warga dan akan diganti

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Fauzi Noviandi
Bupati Cianjur Herman Suherman, Senin (26/12/2022). 

Laporan Kontributor Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Bupati Cianjur Herman Suherman meminta warga terdampak gempa bumi untuk segera dilakukan perbaikan dengan menggunakan dana pribadi warga dan akan diganti pemerintah daerah secara reimburse.

Herman menyebutkan pemerintah daerah telah melakukan asesmen ulang terhadap rumah warga yang rusak terdampak gempa bumi Cianjur dengan melibatkan relawan, Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan dinas terkait di lingkungan Pemkab Cianjur.

"Bagi warga yang rumahnya selesai di asesmen oleh petugas agar kembali ke rumahnya masing-masing, untuk melakukan pembersihan puing-puing atau material bangunan yang rusak terdampak gempa. Pemerintah daerah akan memberikan dana bantuan secara reimburse," katanya pada wartawan, Senin (26/12/2022).

Baca juga: Sudah Lebih Sebulan Ratusan Warga Terdampak Gempa Cianjur Masih Tinggal di Atas Kuburan

Bagi warga yang tidak memiliki biaya untuk memulai perbaikan lanjut dia, pemerintah daerah akan memberikan uang muka yang berasal dari dana stimulan rumah rusak terdampak gempa bumi Cianjur sebesar 40 persen dari nilai bantuan sesuai kategori kerusakan yang telah ditentukan.

"Uang muka sebesar 40 persen ini, berasal dari dana stimulan yang diluncurkan pemerintah pusat disesuaikan dengan kategori kerusakan rumah yang terdampak gempa bumi Cianjur," jelasnya.

Selain itu, Herman mengatakan, bagi warga yang rumahnya rusak berat untuk juga kembali ke lingkungan rumahnya dan pemerintah akan memberikan tenda keluarga berkapasitas empat orang agar warga tidak berlama-lama di pengungsian.

"Jika rumah warga yang rusak berat dan sudah dilakukan pembersihan puing-puing dan materialnya, agar kembali ke rumahnya. Pemkab akan sementara berikan tenda keluarga, sehingga tidak lagi bertahan di pengungsian," katanya.

Sementara itu, Teten (30) seorang Warga Kampung Rawacin, Desa Nagrak, menilai kebijakan itu sangat memberatkan warga yang rumahnya rusak terdampak gempa bumi Cianjur sebulan lalu.

"Sudah jelas, Pak Presiden Joko Widodo menyatakan akan memberikan dana stimulan perbaikan rumah warga yang rusak berat sebesar Rp 60 juta, rusak sedang Rp 30 juta da rusak ringan Rp 15 juta. Kenapa, sekarang harus ada istilahnya dana talang dulu dari warga, baru akan diganti," katanya.

Baca juga: Pengaruh Gempa Bumi, Tingkat Hunian Hotel di Cianjur di Nataru 2022 Ini Baru Mencapai 40 Persen

Teten mengungkapkan, kalaupun pemerintah memberikan secara penuh dana stimulan sebesar Rp 60 juta bagi warga terdampak yang rumahnya masuk kategori rusak berat dipastikan itu masih tidak akan cukup.

"Apalagi ini, hanya akan memberikan dana stimulan sebesar 40 persen dulu, jika diberikan 100 persen juga jelas masih tidak akan cukup," kata dia.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved