16 Desainer Muda STDI Bandung Hadirkan Karya Fesyen Keren, Ada Workshop Istimewa Untuk Pengunjung
rodi Desain Komunikasi Fesyen Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI) berkaloborasi bersama Pijar Menempa menggelar pameran Arunika Swakarya Nusantara
Penulis: Nappisah | Editor: Darajat Arianto
Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Prodi Desain Komunikasi Fesyen Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI) berkaloborasi bersama Pijar Menempa menggelar pameran Arunika Swakarya Nusantara yang menampilkan aksesoris fesyen berbahan logam.
Pameran ini diselenggarakan dalam kurun waktu empat hari (19-22 Desember 2022) di Galeri Wastu, Sekolah Tinggi Desain Indonesia (STDI) Bandung, Jawa Barat.
Pengunjung dimanjakan dengan suguhan aksesori fesyen berbahan logam dari 16 karya mahasiswa STDI angkatan 2019.
Tajuk Arunika Swakarya Nusantara terinspirasi dari beragam budaya yang diimplementasikan secara visual dalam rancangan aksesoris fesyen.
"Filosofi dari Arunika berarti cahaya sedangkan Swakarya yakni hasil kerja sendiri, berharap menjadi cahaya yang dipancarkan dari karya yang terinspirasi dari keragaman nusantara," ujar Sarah Indah Lamira, Ketua Pameran Arunika Swakarya Nusantara, saat ditemui Tribunjabar.id, Selasa (20/12/2022).
Baca juga: Modefest di Rumah Mode Jadi Cara Pengusaha Fesyen Bangkitkan Ekonomi Sambil Gandeng Dekranasda Jabar
Sarah menuturkan, tak hanya pameran, terdapat pasar desain dari perwakilan angkatan yang menjajakan dagangannya dari mulai fesyen, kuliner hingga stiker.
Arunika Swakarya Nusantara juga menggelar Designer Talk dengan narasumber dari enam perwakilan yang karyanya dipamerkan.
Pengunjung dapat mengikuti workshop Arunika bandul dengan material kuningan dan demonstrasi dari pijar menempa.
Pemeran kolektif sebagai bentuk eskalasi pengembangan diri hasil dari akal, rasa dan raga pada material logam dengan pengerjaan kurang lebih tiga bulan.
"Visi misi prodi di STDI salah satunya meningkatkan visual kebudayaan Nusantara, dari pihak pijar ternyata selaras sehingga tercetus tema Nusantara atau kebhinekaan," ujar Krishna Wardhani, Sekretaris Prodi Desain Komunikasi Fesyen Sekolah Tinggi Desain Indonesia, saat ditemui Tribunjabar.id, Selasa (20/12/2022).
Baca juga: Ragam Fesyen Kulit Dari Astiga Leather Hadir di Garut Fest 2022, Bisa Lihat Langsung Proses Produksi
Ia menuturkan, pengunjung akan diajak menikmati kekayaan, keberagaman berbagai budaya di Tanah Air.
"Fesyen biasanya berhubungan dengan kain. Sedangkan fesyen itu luas termasuk dengan aksesori, berharap mahasiswa dapat mengenal material lain seperti logam," ujarnya.
Krishna menuturkan, fesyen di Indonesia cukup jarang menggunakan material logam, terlebih proses tempa yang sudah tiga dekade hampir tidak ada yang membuat aksesoris dengan proses tersebut.
"Bisa menginspirasi dan mengenalkan proses tempa pada pembuatan fesyen. Karya yang dipamerkan merupakan hasil dari implementasi pembelajaran mata kuliah," katanya.
Baca juga: Fashion Show Batik Garutan dan Kebaya Sunda di Garut Festival 2022, Perkenalkan Warisan Budaya
Karya yang dipamerkan mengundang pengunjung untuk merenungi secara mendalam tentang makna identitas yang berbeda namun senantiasa beriringan kehadirannya. (*)
Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya di GoogleNews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pameran-Arunika-Swakarya-Nusantara.jpg)