Banjir di Sumedang

Detik-detik Endin Lihat Gelombang Banjir Sebesar Gajah Telan Anak dan Cucunya

Dia tak bisa berlari cepat seperti orang-orang lain menyelamatkan diri dari banjir bandang Sawahdadap. 

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
kiki andriana/tribun jabar
Endin Sutardin (kanan) saat ditemui TribunJabar.id di kediamannya di Kampung Babakan Kananga, Sawahdadap, Senin (19/12/2022). Endin menyaksikan detik-detik anak dan cucunya ditelan gelombang banjir. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kondisi fisik Endin Sutardin (70) memang sudah renta.

Dia tak bisa berlari cepat seperti orang-orang lain menyelamatkan diri dari banjir bandang Sawahdadap

Namun, justru karena dia tak bisa lari, dia jadi menyaksikan detik-detik anaknya, Dini (40) dan cucunya, Syifa (17) dihantam gumpalan air yang dia sebut ukuran dan bentuknya seperti gajah yang menyeramkan. 

Sabtu (17/12/2022) banjir bandang menerjang Desa Sawahdadap, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Menurut pengamatan Endin, hujan terjadi lebih dari tiga jam, dimulai pukul 14.00. 

"Pukul 16.00 hujan mulai reda. Tapi sungai airnya deras tak seperti biasa,"

"Pukul 17.30, orang-orang semua keluar rumah, termasuk seisi rumah saya ini, termasuk saya dan Dini," kata Endin kepada TribunJabar.id di kediamannya di Babakan Kananga, Sawahdadap, Senin (19/12/2022). 

Endin baru bisa menghabiskan setengah perjalanan untuk mencapai jalan utama Sawahdadap, tempat orang-orang sudah berkumpul.

Namun, di tengah jalan dia berpapasan dengan Dini yang tadi sudah sampai ke jalan utama. 

"Saya lihat Dini naik lagi ke rumah. Mau membawa Syifa dan tas berisi uang Rp25 juta," kata Endin. 

Tak berselang lama dari masuk ke rumah, Dini dan Syifa keluar.

Keduanya berhasil menyeberangi jembatan yang menghubungkan bantaran sungai tempat rumah berdiri ke bantaran seberangnya yang menjadi jalan untuk menyelamatkan diri. 

"Sudah sampai seberang, saya lihat di belakangnya ada gumpalan air yang sangat besar, tingginya mungkin 3 meter, seperti gajah yang besar dan menghantam anak juga cucu saya sampai hanyut," kata Endin. 

Dini, Syifa, dan uang Rp25 juta hanyut.

Jasad keduanya telah ditemukan, namun tas berisi uang itu raib. 

"Anak dan cucu saya orang-orang baik. Sedih saya kehilangan mereka," katanya.(Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved