Pemberdayaan dan Peningkatan Pengetahuan Kader Dalam Pengolahan Makanan Lokal Cipadung Kidul

tim pengmas dosen Universitas Bhakti Kencana ingin kontribusi dalam upaya pencegahan stunting lewat pelatihan pengolahan makanan lokal

dok. Ubk
foto Bersama ibu kader dan Tim Pengmas Kel 20 

Kandungan gizi merupkan salah satu kandungan yang penting diperhatikan dalam proses pertumbuhan anak/balita. Dalam pertumbuhan anak, anak harus mendapatkan nutrisi yang cukup dari makanan yang diberikan oleh orang tua. Nutrisi adalah salah satu komponen yang penting dalam menunjang keberlangsungan proses pertumbuhan dan perkembangan. Nutrisi menjadi kebutuhan untuk tumbuh dan berkembang selama masa pertumbuhan. Dalam nutrisi terdapat kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, dan air. Apabila kebutuhan nutrisi seseorang tidak atau kurang terpenuhi maka dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam pertumbuhan dan perkembangan anak memerlukan zat gizi agar proses pertumbuhan dan perkembangan berjalan dengan baik. Zat-zat gizi yang dikonsumsi anak akan berpengaruh pada status gizinya Hal ini adalah salah satu strategi untuk mencegah angka stunting yang terjadi di Indonesia.

Fase terpenting dalam pertumbuhan dan perkembangan adalah masa bayi dan balita karena pada masa itulah saat paling penting bagi orang tua dalam membangun fondasi pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Proses pertumbuhan dan perkembangan pada masa bayi dan balita merupakan proses yang teramat penting dalam menentukan masa depan anak baik secara fisik, mental maupun perilaku. Kualitas anak masa kini merupakan penentu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di masa yang akan datang. Pembangunan manusia masa depan dimulai dengan pembinaan anak masa sekarang. Untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas maka perlu dipersiapkan agar anak dapat tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuannya.
Sesuai target prevalensi stunting yang telah di tetapkan oleh pemerintah pada tahun 2024 angka stunting di Indonesia harus menurut 14 persen dan pada saat ini prevalensi stunting pada angka 24% (Survei Status Gizi Indonesia, 2022).

Dengan melihat prevalensi stunting yang masih cukup tinggi, kami tim pengmas dosen Universitas Bhakti Kencana ingin berperan dan memberikan kontribusi dalam upaya pencegahan stunting dengan melakukan pemberdayaan masyarakat, guna untuk memberikan edukasi dan pelatihan pengolahan makanan lokal. Kegiatan Pengmas ini dilakukan di Kelurahan cipadung kidul yang melibatakan 35 kader dari 14 RW yang ada di Kelurahan cipadung kidul- kota bandung pada tgl 18 November 2022. Tema dari kegiatan pengmas ini adalah “Pemberdayaan dan peningkatan pengetahuan kader tentang pengolahan makanan local” tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini diantaranya: Yosef Pandai Lolan, S.M.,M.Kes (Ketua), Tuti Suprapti,S.Kp.,M.Kep, Roganda Situmorang, S.Kep., Ners., M.Kep, Nisa Indah Pertiwi, S.Psi., M.Psi, Rikky Gita Hilmawan, SKM., M.KM.

Kami memilih tema kegiatan pengmas ini dengan melihat latar belakang bahwa dengan melakukan pengolahan makanan local memiliki banyak keuntungan seperti: kemanan makanan yang terjamin atau tidak memiliki efek samping (safety food and security food), mudah diperoleh dengan biaya yang murah atau tanpa biaya pun (economic effecient), mudah di budidayakan, bernilai gizi yang baik dan dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga (health economic). Pangan kearifan lokal merupakan salah satu alternative yang dapat di aplikasikan dalam menurunkan prevalensi stunting. Kami melihat ada beberapa pangan local yang berasal dari Sunda yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi MPASI (Makanan Pendamping ASI) tapi masyarakat belum secara secara penuh mengetahui isi protein yang mengandung didalam makanan local tersebut dan masyaraakt belum memiliki kemampuan untuk mengolah pangan local menjadi makan pendamping ASI. Dikegiatan ini kami berusaha membuat 2 jenis makanan local yaitu SANDWICH TEMPE DAN TEMPE KASTU. Tentunya kedua jenis makanan ini diolah dengan bahan yang aman dan mudah di temukan, Adapun bebrapa kombinasi makana seperti, tempe, telur, roti tawar dll. (dapat dilihat pada gambar berikut)

Resep dan menu pengolahan
Resep dan menu pengolahan ()
hasil yang telah diolah
hasil yang telah diolah

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan cara mengolah makanan pendamping ASi (MPASI) pada kader agar kader tahu-mau-mampu melakukannya dan dapat mengajarkan pada ibu yang menyusui atau ibu balita. Kegiatan ini juga merangsang ibu balita agar mampu memanfaatkan makanan local yang bergizi sebagai makanan pendamping ASI (MPASI). Kegiatan Pengabdian pada masyarakat Kelurahan Cipadung kidul terdiri dari 2 (dua) sesi yaitu, sesi pertama adanya penyampaian materi dari Bapak Roganda Situmorang, S.Kep., Ners., M.Kep terkait manfaat pangan local dan gizi dalam makanan lokal dan juga adanya kegiatan simulasi memasak yang di pandu oleh ibu Tuti Suprapti,S.Kp.,M.Kep.

proses memasak
proses memasak

Dengan kegitan pengabdian masyrakat yang dilakukan setiap tahun oleh dosen Universitas Bhakti Kencana, maka secara lagsung dosen Universitas Bhakti Kencana bertekat berperan dan membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat indosnesi lebih khususnya diwilaya kota Bandung dan sekitarnya.
Terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UBK yang telah memberikan dana untuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2022.

Universitas Bhakti Kencana
Universitas Bhakti Kencana ()
Universitas Bhakti Kencana
Universitas Bhakti Kencana ()
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved