Gempa Bumi di Cianjur

Bupati Akui Belum Sosialisasikan Relokasi Korban Gempa Cianjur, Ada 10 Desa di Zona Patahan Cugenang

Bupati Cianjur Herman Suherman mengakui belum melakukan sosialisasi terhadap sejumlah warga yang tinggal di zona patahan Cugenang untuk direlokasi.

Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/FAUZI NOVIANDI
Zona Patahan Cugenang yang menyebabkan gempa bumi di Cianjur beberapa waktu lalu hasil foto udara BMKG, Kamis (15/12/2022). Bupati Cianjur Herman Suherman mengakui belum melakukan sosialisasi terhadap sejumlah warga yang tinggal di zona patahan Cugenang untuk direlokasi. 

Laporan Kontributor Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Bupati Cianjur Herman Suherman mengakui belum melakukan sosialisasi terhadap sejumlah warga yang tinggal di zona Patahan Cugenang untuk direlokasi.

"Iya kami akan segera mensosialisasikanya. Kita kan baru bergerak jugakan, jadi informasi di mereka masih simpang siur, harus bagaimana dan seperti apa," kata Herman kepada wartawan, Kamis (15/12/0222).

Menurutnya, ada sebanyak 10 desa di tiga kecamatan yang berada di zona Patahan Cugenang dan terdampak gempa bumi.

"Kita sedang membahasnya dengan BMKG, memang peta udara sudah ada, hanya belum jelas titik mana saja. Nanti bila sudah jelas kami akan langsung mensosialisasikanya," ucap dia.

Baca juga: Rumah Relokasi untuk Korban Gempa Cianjur Dibangun Gunakan Metode Risha, 80 Unit Selesai Tahun Ini

Herman mengatakan, pihaknya juga membahas terkait mata pencaharian warga yang akan direlokasi ke tempat yang telah disediakan pemerintah.

"Kami akan memikirkan mata pencaharian warga yang terkena relokasi nantinya. Untuk lansia akan dimasukan dalam daftar penerima bantuan sosial. Sedangkan yang produktif akan dilatih keterampilan, dalam bidang UMKM, penjahit dan lainya," kata dia.

Bupati Cianjur Herman Suherman saat diwawancari wartawan di Pendopo Cianjur, Rabu (14/12/2020)
Bupati Cianjur Herman Suherman saat diwawancari wartawan di Pendopo Cianjur, Rabu (14/12/2020) (Tribun Jabar/Fauzi Noviandi)

Herman menambahkan, berdasarkan data sementara yang diperoleh dari BMKG hasil foto udara jumlah rumah yang harus direlokasi diperkirakan sebanyak 1.800 rumah.

Sebelumnya warga yang berada di titik patahan Cugenang tepatnya di Kampung Rawacina RT 03/16 Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur enggan untuk direlokasi ke tempat yang telah disediakan pemerintah.

Baca juga: Dana Kerahiman Tahap Pertama Bagi Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur Sudah Dicairkan Pemkab

Dede Tati Ketua RT 03/16 mengatakan, pihaknya belu mengetahui adanya informasi resmi dari pemerintah soal relokasi ketempat yang telah disiapkan pemerintah.

"Sebagain ada yang tau dan tidak, dan belum ada pemeberitahuan resmi juga dari pemerintah atau dinas terkait lainya, jadi masih simpang siur," kata Dede kepada Tribunjabar.id.

Selain itu, kata dia, apabila memang warga yang tinggal di Kampung Rawacina untuk direlokasi banyak warga yang tidak mau pindah dan ingin tetap berada di rumah asalnya.

Baca juga: Daftar Korban Jiwa Akibat Gempa Bumi di Cianjur Per Kecamatan, Terbanyak di Cugenang

"Sebagain warga sudah saya tanya, soal informasi relokasi ini, dan warga di sini pada tidak mau. Karena disini warga mayoritas petani dan lahanya pun masih satu kampung," ujarnya. (*)

Silakan baca berita Tribunjabar.id terbaru lainnya di GoogleNews

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved