Yana Mulyana di Puncak Klasemen Elektabilitas Pilwakot Bandung Hasil Survei, Ada Nama Raffi

Yana Mulyana memiliki elektabilitas tertinggi di antara nama lain dalam pertarungan calon wali Kota Bandung 2024.

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) saat merilis hasil survei mengenai elektabilitas menjelang pertarungan Pilwakot Bandung 2024. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Yana Mulyana memiliki elektabilitas tertinggi di antara nama lain dalam pertarungan calon wali Kota Bandung 2024.

Keberadaan Yana yang merupakan Wali Kota Bandung saat ini di puncak klasemen itu merupakan hasil survei Indonesian Politics Research & Consulting (IPRC) yang digelar 20-28 November 2022.

Rilis itu disampaikan di Jalan Merdeka, Bandung, Senin (12/12/2022).

Peneliti IPRC, Indra Purnama, menyampaikan, sebanyak 800 responden diberikan pertanyaan terkait para calon yang berpotensi ikut dalam kontestasi pemilihan wali kota 2024.

Pertanyaan itu diberikan kepada responden secara random di 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung.

Mayoritas pemilih ialah laki-laki dengan 54,9 persen, serta pemilih dari kaum perempuan yang mayoritas berprofesi ibu rumah tangga 34 persen.

Baca juga: Nasdem Jabar Siapkan Rendiana Awangga di Pilwakot Bandung 2024

Indra mengungkapkan hasil survei yang berlangsung November ini mengalami peningkatan persentase untuk para calon.

Berdasarkan hasil survei, katanya, sebanyak 72 persen warga Bandung yang sudah mengetahui akan adanya pemilihan umum di 2024, mulai pilpres, pilkada, hingga pileg.

"Elektabilitas Yana Mulyana dalam simulasi terbuka masih menjadi yang tertinggi di angka 28,5 persen, disusul Atalia Praratya 25 persen, lalu ada Nurul Arifin 3,8 persen, Rafi Ahmad 3,8 persen, dan M Farhan 3,5 persen," ujarnya.

Sedangkan dalam simulasi tertutup, lanjut dia, nama Yana Mulyana pun masih unggul dibanding nama calon lainnya dengan persentase 30,8 persen, Atalia 29,8 persen, M Farhan 5,8 persen, Nurul Arifin 4,4 persen, dan Budi Dalton 2,6 persen.

Baca juga: Partai Demokrat Siapkan Sosok Calon Bupati Cirebon dalam PIlkada, Dipastikan Asli Putra Daerah

"Jika dikerucutkan ke tiga nama, ada tiga calon yang paling tinggi, yakni Yana Mulyana 37,4 persen, Atalia 35 persen, dan M Farhan 7,9 persen, serta ada 19,8 persen warga yang belum menjawab. Tentu, ini (yang belum menjawab) sangat berpengaruh dan dinamis karena ada waktu jeda 2023 ke 2024," katanya.

Indra menjelaskan, terkait tingkat popularitas, nama Rafi Ahmad masih menjadi yang tertinggi dengan angka 94,4 persen, disusul Atalia 87,6 persen, dan Yana Mulyana 86,4 persen.

Nama Yana Mulyana yang begitu tinggi, baik elektabilitas dan popularitas dalam survei IPRC periode 20-28 November 2022, berbanding terbalik dengan persentase elektabilitas partai alias kendaraannya, yaitu Gerindra.

Baca juga: Wali Kota Bandung Yana Mulyana Minta Tetap Tenang Setelah Bom Meledak di Polsek Astana Anyar

Dalam survei IPRC, perolehan Gerindra hanya ada di urutan keempat dengan 9 persen di bawah PKS (18,9 persen), PDIP (16,5 persen), dan Golkar (12,1 persen).

"Yana Mulyana ini hampir unggul di basis-basis pemilih partai. Dia hanya tidak berada di basis PDIP, Demokrat, NasDem, dan PAN yang justru ke Atalia suaranya. Yang menariknya itu M Farhan yang merupakan kader NasDem tapi secara partai dia justru banyak pemilih di Hanura," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved