Beredar 'Bantahan' TKI Sumedang Tak Disekap di Riyadh, Wajah Tertekan, Kenapa KBRI Tak Jemput Dulu?

Seorang TKI dalam video, dengan wajah yang tampak tertekan, dengan sungging senyum yang dipaksakan, mengatakan bahwa dia tidak dalam kondisi disekap.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Istimewa
Sebanyak 10 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI asal Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang menjadi korban penipuan lowongan kerja dan kini disekap di Riyadh, Arab Saudi. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - EF (35), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Jatinangor, Kabupaten Sumedang, yang sebelumnya berulang kali mengaku dalam keadaan disekap di Riyadh, Arab Saudi membuat video bantahan.

Video bantahan itu direkam bukan oleh dirinya sendiri. Bukan swavideo. Dari sudut pengambilan gambar, ada seseorang di balik kamera yang merekam EF membuat pernyataan bantahan itu.

Video berdurasi 50 detik sampai ke Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

Baca juga: Bupati Sumedang Hubungi Dubes RI untuk Arab Saudi, Bantu Kepulangan TKI Sumedang yang Disekap

Di dalam video yang diterima TribunJabar.id, Minggu (11/12/2022), EF dengan wajah yang tampak tertekan, dengan sungging senyum yang dipaksakan, mengatakan bahwa dia tidak dalam kondisi disekap.

Dia mengatakan dengan warga Indonesia lainnya dalam keadaan sehat dan berkecukupan makanan bahkan makan 3 kali sehari, serta tak ada intimidasi.

Bukan hanya berbicara tentang kondisinya. Dia membantah pernah diwawancara TribunJabar.id terkait kondisinya yang terkatung-katung selama kurang lebih dua bulan.

"Saya ingin mengkalirifikasi pemberitaan Tribunnews.com atas nama saya, saya tidak tahu dan tidak melaporkannya kepada siapapun," kata EF dalam video tersebut.

Dia juga menekankan bahwa selama di tempat itu, dia tidak mengalami penganiayaan.

"Saya di Syarikah Arco dengan keadaan baik-baik saja bersama teman-teman saya," katanya.

Sebelumnya, EF mengatakan kepada TribunJabar.id bahwa dia disekap bersama warga Indonesia lainnya.
Warga Sumedang sendiri ada 10 orang yang disekap dan tersebar di tiga kota, Riyadh, Damman, dan Jeddah.

Kabar kemudian yang diterima TribunJabar.id dari EF adalah dia didatangi sejumlah pihak untuk diinterogasi. Hari ini, Minggu (11/12/2022), ponsel EF tak lagi bisa dihubungi.

EF kepada Anggota Polsek Jatinangor, Aipda Dwi Nopi yang merupakan tetangganya di kampung halamannya di Desa Cipacing, Jatinangor mengatakan sebaiknya meminta kepada Bupati Sumedang Dony Ahmad untuk mendesak Kedutaan Besar RI menjemput EF.

Baca juga: 10 TKI asal Sumedang Ketakutan dan Ingin Pulang, Disekap di Arab Saudi, Diberangkatkan secara Ilegal

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved